In – Pemerintah Desa (Pemdes) Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, sukses menyelenggarakan rangkaian acara tahunan “Rokat Dhisa” pada 27-28 Juli 2026. Tradisi turun-temurun yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat ini berlangsung meriah dan khidmat, melibatkan seluruh elemen warga dari berbagai kalangan.
Pada hari pertama, Senin (27/7), acara berlangsung sukses yang diawali dengan Doa Bersama yang dipusatkan di balai desa. Ratusan warga tampak hadir memanjatkan doa keselamatan, rasa syukur, serta harapan akan keberkahan dan kemakmuran untuk desa. Suasana religius kental terasa sebagai pembuka rangkaian acara adat tersebut.
Memasuki hari kedua, Selasa (28/7), gelaran Rokat Dhisa semakin semarak dengan panggung hiburan rakyat berupa kesenian Ludruk “Ketoprak Rukun Karya” yang digelar di lapangan desa. Lampu panggung menyala terang, alunan gamelan khas Jawa Timur menghentak, dan gelak tawa penonton pecah setiap kali para seniman melontarkan lawakan khas Madura serta membawakan kisah-kisah kepahlawanan yang sarat akan pesan moral.
Antusiasme warga terbilang luar biasa. Sejak usai salat Isya, ribuan pasang mata sudah memadati area lapangan. Tak hanya warga lokal Desa Longos, atraksi kesenian tradisional ini juga memancing perhatian warga dari sejumlah desa tetangga di sekitar Kecamatan Gapura, bahkan hingga luar kecamatan. Arus kendaraan di jalan utama menuju lokasi terpantau padat, namun berjalan tertib berkat koordinasi panitia dan aparat keamanan setempat.
Kepala Desa Longos, Syukran Hafidzi, S.Kep, menyampaikan bahwa acara tersebut bukanlah sekadar ajang hiburan semata, melainkan bagian dari identitas budaya yang wajib dilestarikan. Dalam pernyataannya ia menegaskan bahwa tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga eksistensinya.
“Rokat Dhisa ini adalah napak tilas budaya leluhur yang telah diwariskan turun-temurun. Kami ingin generasi muda di Longos tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai budaya sendiri. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan terus kami tanamkan agar tidak luntur ditelan zaman,” ujar Syukran Hafidzi pada Selasa (29/7/2026).
Lebih lanjut, kades muda tersebut menambahkan bahwa kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarsesama warga. Ia menekankan bahwa di tengah kesibukan sehari-hari, momen Rokat Dhisa menjadi ruang refleksi kolektif bagi seluruh masyarakat.
“Kami sengaja merangkai acara ini dengan doa bersama dan hiburan rakyat agar seluruh warga, dari anak-anak hingga orang tua, bisa hadir dan bersatu. Alhamdulillah, tahun ini antusiasme luar biasa. Saya sangat mengapresiasi seluruh panitia, seniman Ludruk, serta warga yang telah bahu-membahu menyukseskan acara dan menjaga ketertiban sehingga berlangsung aman, kondusif, dan meriah sampai larut malam,” ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada aspek sosial dan budaya, Kepala Desa juga menyampaikan harapan besarnya agar keberkahan Rokat Dhisa dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat. Ia memanjatkan syukur atas kemakmuran yang telah dianugerahkan kepada Desa Longos, seraya berharap tradisi ini terus menjadi benteng persatuan di masa mendatang.
“Ini adalah wujud syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala nikmat, hasil bumi, dan kerukunan yang telah kami terima. Semoga tahun depan Rokat Dhisa bisa lebih meriah lagi dan desa kita senantiasa dijauhkan dari bala serta diberikan kelimpahan rezeki,” pungkas Syukran Hafidzi di akhir wawancaranya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Rokat Dhisa tahun ini, Desa Longos kembali membuktikan bahwa kearifan lokal dan semangat kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat di ujung timur Pulau Madura.
