FORMAKA Apresiasi Kinerja PT Sumekar 7 Bulan Terakhir, Harap Dirut Baru Bawa Perubahan dan Tingkatkan Pelayanan Kepulauan

fathorrosy
3 Min Read
Iip Suriyanto (kiri) Ketua FORMAKA bersama Muhammad Romli (kanan) Plt. Dirut PT. Sumekar

In – Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) menilai kinerja PT Sumekar dalam tujuh bulan terakhir cukup baik. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi, perusahaan daerah dinilai mampu menjaga pelayanan transportasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kepulauan Kangean dan Sapeken.

Penilaian itu disampaikan Ketua Umum FORMAKA Iip Suriyanto di sela-sela proses seleksi Direktur Utama PT Sumekar yang kini memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan (UKK). Empat kandidat yang lolos seleksi administrasi, yakni Badrul Akhmadi, Hamsuri, Khairil Idaqa’, dan Sugeng Haryadi, akan mengikuti tahapan tersebut.

“Kami melihat selama 7 bulan terakhir PT Sumekar cukup mampu menghadapi permasalahan yang ada dan tetap menjalankan tugas sesuai kebutuhan masyarakat Kangean. Tentu ini menjadi langkah positif yang harus terus ditingkatkan,” ujar Iip dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Meski mengapresiasi capaian tersebut, FORMAKA menegaskan bahwa proses seleksi direktur utama tidak boleh menjadi formalitas administratif semata. Kompetensi, integritas, pengalaman manajerial, dan rekam jejak kandidat dalam mengelola perusahaan maupun menyelesaikan persoalan publik harus menjadi prioritas utama.

“Siapapun yang nantinya terpilih menjadi Direktur Utama PT Sumekar harus mampu menjawab kebutuhan perusahaan ke depan. PT Sumekar saat ini menghadapi berbagai tantangan serius yang membutuhkan sosok pemimpin visioner, profesional, dan berani melakukan pembenahan menyeluruh,” tegas Iip.

FORMAKA menyoroti sejumlah persoalan yang masih membayangi PT Sumekar dalam beberapa tahun terakhir, seperti kesehatan keuangan perusahaan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal, serta persoalan operasional yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat kepulauan. Bahkan, sejumlah laporan media menyebut adanya tunggakan gaji karyawan dan evaluasi besar-besaran terhadap BUMD tersebut.

Menurut Iip, tantangan PT Sumekar tidak hanya menyangkut bisnis, tetapi juga pelayanan publik bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep, khususnya di wilayah Kangayan, Kangean, Sapeken, dan sekitarnya. Transportasi laut menjadi urat nadi distribusi ekonomi, akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok masyarakat.

“Terganggunya operasional kapal PT Sumekar pernah berdampak pada pelayanan transportasi dan menyebabkan penumpukan penumpang. Karena itu, tim seleksi dan pemerintah daerah harus objektif dalam menentukan figur pemimpin PT Sumekar ke depan,” ujarnya.

Iip berharap proses UKK berlangsung transparan, profesional, dan bebas dari kepentingan politik praktis. Direktur utama yang terpilih harus mampu membangun tata kelola perusahaan yang sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat konektivitas kepulauan, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BUMD milik Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Kami berharap Dirut yang baru nantinya benar-benar mampu membawa perubahan yang lebih baik, mampu menyelesaikan berbagai persoalan, dan memastikan PT Sumekar tetap hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat Kangean dan Sapeken,” pungkas Iip Suriyanto.

Share This Article