Peringatan Hari Bumi 2026, Sekjend PPMI Nasional Dorong Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Jaga Lingkungan

fathorrosy
3 Min Read
Ach. Zainuddin (Sekjend PPM Nasional)

In – Peringatan Hari Bumi Dunia yang jatuh pada 22 April 2026 menjadi agenda refleksi tahunan yang dirayakan masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan, seperti aksi menjaga lingkungan, pembuatan poster peduli alam, dan kampanye lainnya.

Tahun ini, Hari Bumi mengusung tema yang sangat krusial, “Our Power, Our Planet”. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya kerja kolektif dalam menjaga bumi dari ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

Sekretaris Jenderal PPMI Nasional, Ach. Zainuddin, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Bumi 2026 tidak boleh berhenti pada acara seremonial atau sekadar membuat pamflet di media sosial. Menurutnya, yang paling mendesak adalah terciptanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Hari bumi harus dimaknai dengan pemahaman yang sama, yakni pemerintah dan masyarakat sama-sama bersinergi menjaga bumi dari kerusakan ekologis yang berakibat fatal,” ujarnya.

Pria asal Madura tersebut menekankan agar pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, merumuskan regulasi dari pusat hingga daerah yang benar-benar memberikan dampak baik bagi kelestarian lingkungan.

Dia juga menyoroti bahwa masyarakat adat kerap kali dibenturkan dengan sistem yang telah terorganisir, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, sehingga terjadi praktik yang merusak tanah sendiri. Hal itu terjadi dengan dalih regulasi yang secara normatif menguntungkan satu pihak tanpa memikirkan dampak perbuatannya.

“Pemerintah yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan perlu mengkaji ulang peraturan yang dapat melindungi alam dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Zainuddin mencontohkan kejadian di Sumatera dan Aceh sebagai pelajaran berharga. Menurutnya, musibah di wilayah tersebut bukan semata-mata bencana alam, melainkan akibat ulah tangan serakah yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, regulasi tentang lingkungan harus benar-benar berpihak pada kelestarian alam dan masyarakat adat di sekitarnya.

“Jangan hanya pandai bicara saat terjadi musibah lalu mengatakan ini bencana alam. Tapi lihatlah fakta yang sebenarnya. Kejadian di Sumatera dan Aceh disebabkan oleh tangan serakah yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ach. Zainuddin berharap ke depan pemerintah lebih mengutamakan kepentingan alam daripada sekadar mengisi kantong pribadi. Menurutnya, masa depan Indonesia yang asri akan menjadi harapan besar bagi generasi bangsa.

“Kelestarian alam adalah aset yang harus dijaga. Oleh sebab itu, pemerintah harus ikut melindungi dengan membuat aturan yang berpihak kepada lingkungan dan masyarakat adat yang turut menjaganya,” pungkasnya.

Share This Article