RSUDMA Sumenep Perkuat Digitalisasi dengan Sistem Rumah Sakit Online Terintegrasi

alibanunkalim
3 Min Read
dr. Hj. Erliyati, M.Kes. (Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep)

In – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus mengakselerasi transformasi digital dalam layanan kesehatan melalui penguatan penerapan Sistem Rumah Sakit Online (Sars Online) yang terintegrasi dengan kebutuhan pendataan dan pemantauan informasi rumah sakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., menyampaikan bahwa sistem tersebut tidak sekadar memindahkan pencatatan manual ke platform digital, melainkan menjadi instrumen penyajian data pelayanan yang lebih cepat, terukur, dan diperbarui secara periodik.

“Melalui sistem rumah sakit online ini akan mampu mempermudah berbagai informasi seluruh rumah sakit di manapun, dengan sistem yang secara otomatis diperbaharui,” ujar Erliyati, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, informasi yang dihimpun mencakup profil rumah sakit, layanan poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga jenis penyakit yang ditangani. Seluruh data tercatat secara komprehensif dan terstruktur.

“Data semua tercatat dengan baik, mulai dari profil, poliklinik, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan sampai penyakit yang ditangani,” jelasnya.

Menurut Erliyati, ketersediaan data secara real time dan terstruktur menjadi kebutuhan krusial bagi rumah sakit, mengingat data pasien dan pelayanan yang berubah setiap hari membutuhkan sistem pencatatan yang mampu mengikuti dinamika kondisi pelayanan.

Melalui digitalisasi, informasi pelayanan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan manual. Pembaruan data berkala memungkinkan kondisi pelayanan rumah sakit diketahui berdasarkan informasi yang lebih mutakhir.

Selain itu, ketersediaan data tersebut membuka ruang evaluasi yang lebih cepat. Informasi mengenai jumlah pasien, layanan yang tersedia, tenaga kesehatan, dan pola penyakit dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melihat kebutuhan pelayanan dan sumber daya rumah sakit.

Erliyati menegaskan bahwa digitalisasi tidak semestinya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi. Data yang akurat harus memberikan manfaat terhadap penguatan tata kelola sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Data yang ada harus bisa menjadi dasar untuk melihat kondisi pelayanan dan kebutuhan rumah sakit, sehingga perencanaan maupun evaluasi dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ujarnya.

Penerapan Sistem Rumah Sakit Online menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengikuti arah transformasi digital kesehatan nasional. Dengan semakin terintegrasinya data, rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan pelayanan cepat, tetapi juga memastikan setiap aktivitas pelayanan memiliki rekam data yang jelas, akurat, dan akuntabel.

Langkah tersebut menjadi bagian dalam membangun tata kelola pelayanan kesehatan berbasis data. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas, akurasi informasi menjadi salah satu fondasi dalam menentukan arah pengembangan rumah sakit ke depan.

Share This Article