Polisi Masih Selidiki Kematian Pria Penjual Tahu Bulat di Sumenep, Autopsi Ditolak Keluarga

fathorrosy
3 Min Read
Aparat Kepolisian sedang melakukan penyelidikan dalam kasus penemuan mayat di kamar kos, kecamatan Batuan, Sumenep

In – Personel Polresta Sumenep bersama Polsek Sumenep Kota merespons laporan warga terkait ditemukannya seorang pria dalam keadaan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Rabu (15/7/2026).

Korban diketahui berinisial AS (38), seorang pekerja swasta yang sehari-hari berjualan tahu bulat keliling. Ia telah menempati kamar kos tersebut selama lebih dari lima tahun.

Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sumenep Kota AKP Maliyanto Effendi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penemuan korban berawal dari kecurigaan sejumlah rekan sesama penghuni kos. Mereka merasa heran karena korban tidak keluar dari kamar hingga menjelang siang, padahal biasanya ia sudah beraktivitas sejak pagi.

“Korban diketahui beraktivitas seperti biasa pada malam sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya gangguan atau hal yang mencurigakan. Namun, saat pagi hari ia tidak kunjung keluar kamar sehingga rekan-rekannya curiga dan melaporkan ke pemilik usaha,” ujar AKP Maliyanto Effendi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Setelah beberapa kali dipanggil tanpa mendapat respons, para saksi melaporkan kondisi tersebut kepada pemilik usaha tempat korban bekerja. Saat kamar berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Menerima laporan warga, petugas dari Polsek Sumenep Kota bersama Tim INAFIS Satreskrim Polresta Sumenep, personel Satreskrim, Sat Samapta, serta tenaga medis dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep segera mendatangi lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Kami langsung menerjunkan tim gabungan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti serta keterangan dari saksi-saksi guna memastikan penyebab kematian korban,” tambahnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan proses penyelidikan, di antaranya identitas korban, telepon seluler, serta barang bukti lain yang ditemukan di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban diketahui merupakan pribadi yang pendiam. Pihak keluarga juga menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan autopsi serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Keluarga telah kami hubungi dan menyatakan ikhlas serta menolak dilakukannya autopsi. Mereka menerima peristiwa ini sebagai musibah,” ungkap Kapolsek.

Polresta Sumenep menegaskan bahwa penanganan peristiwa tersebut dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan seluruh fakta dan memastikan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut.

“Kami masih terus mendalami kasus ini. Jika hasil penyelidikan menunjukkan adanya indikasi tindak pidana, maka akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKP Maliyanto Effendi.

Polresta Sumenep mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya. Apabila menemukan anggota keluarga, teman, atau tetangga yang menunjukkan perubahan perilaku atau mengalami tekanan psikologis, diharapkan segera memberikan dukungan dan menghubungkan yang bersangkutan dengan keluarga maupun layanan kesehatan yang tersedia.

“Kami mengingatkan pentingnya kepedulian lingkungan. Jangan ragu untuk melapor jika melihat hal-hal yang mencurigakan atau jika ada tetangga yang menunjukkan perubahan sikap yang mengkhawatirkan. Ini bisa menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.

Share This Article