In – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar kegiatan Future Educators Outbound di kawasan Godehan, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bersifat kolaboratif dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan.
Rangkaian simulasi yang dilibatkan antara lain penjinak bom, bola berisik, estafet tepung, hingga jelajah malam. Pada hari pertama, peserta juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai teknik tali-temali yang dipandu instruktur berpengalaman, Fathol Amin. Materi tersebut dinilai krusial bagi mahasiswa PJKR yang nantinya akan banyak bersinggungan dengan kegiatan luar ruangan (outdoor) dan kepanduan.
Fathol Amin menekankan bahwa keterampilan tali-temali bukan sekadar urusan teknis, melainkan mengandung filosofi dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan mahasiswa agar selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan.
“Hidup itu seperti simpul; jika dibuat asal-asalan, ia justru akan menyulitkan di masa depan. Belajar tali-temali adalah belajar tentang ketelitian dan persiapan yang matang,” kata Fathol Amin.
Selain materi teknis, peserta juga menerima pembekalan mengenai manajemen kepemimpinan. Sesi ini diisi oleh panel pemateri yang terdiri dari Rani Darnayanti, M. Rafli Faisal, serta Mas’odi.
Trainer outbound, Masodi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian permainan dirancang untuk mentransformasi aspek kognitif dan afektif mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan. Simulasi seperti kereta buta dan jelajah malam sengaja diberikan untuk menguji ketangkasan motorik sekaligus ketahanan mental mahasiswa angkatan 2023.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal pedagogis bagi mahasiswa agar kelak mampu merancang pembelajaran luar ruangan yang inovatif, disiplin, dan berorientasi pada kerja sama tim,” ujar Masodi, Senin (11/5/2026).
Senada dengan itu, Thoriq, salah satu peserta dari kelas B, mengaku mendapatkan banyak pelajaran penting mengenai manajemen waktu dan tanggung jawab di tengah situasi yang tidak biasa. Menurutnya, kegiatan ini merupakan perpaduan yang pas antara pembelajaran dan rekreasi bagi mahasiswa calon praktisi pendidikan.
“Kita belajar arti tanggung jawab terhadap diri sendiri serta tim melalui kebersamaan ini. Rasanya seperti perkuliahan sambil bersenang-senang,” katanya.
Ayu dari kelas A menambahkan bahwa sesi jelajah malam menjadi momen yang paling menguji mental sekaligus mempererat kekompakan antarpeserta. Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi refleksi diri di kawasan Pujon sebagai penutup rangkaian kegiatan luar daerah.
Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat. Mas’odi menerangkan bahwa sinergi antara UPI Sumenep dan UNU Pasuruan dalam agenda ini bertujuan untuk memperluas jejaring serta bertukar metode pembelajaran lapangan.
“Kami ingin mahasiswa memiliki jiwa kepemimpinan yang adaptif. Melalui kegiatan bersama ini, mereka belajar bagaimana berkoordinasi dengan rekan dari latar belakang yang berbeda,” terang Mas’odi.
