Mahasiswa THP Soroti Kekeringan Sentra Tembakau, Desak Pemerintah Sediakan Air Bersih dan Irigasi

alibanunkalim
3 Min Read
Kiromuddin, Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP)

In — Kiromuddin, mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) sekaligus petani muda asal Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, menyoroti fenomena kekeringan yang kembali melanda sejumlah desa sentra tembakau di Kabupaten Sumenep. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar bencana musiman, melainkan masalah serius yang membutuhkan kebijakan terencana dan berkelanjutan.

Menurut Kiromuddin, setiap musim kemarau masyarakat selalu menghadapi dua persoalan utama: sulitnya akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan terbatasnya pasokan air untuk lahan pertanian. Kondisi ini berdampak langsung terhadap produktivitas tembakau, komoditas unggulan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat di wilayah utara Sumenep.

Ia mempertanyakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas PUPR, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta BPBD dalam menghadapi kekeringan yang terus berulang setiap tahun. Kiromuddin mendesak agar pemerintah menjelaskan program yang telah dan akan dilaksanakan, baik berupa distribusi air bersih, pembangunan embung, sumur bor, jaringan irigasi, maupun pompanisasi.

“Sebagai mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, saya memandang bahwa kualitas hasil pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi pascapanen, tetapi juga oleh keberhasilan pengelolaan sektor hulunya. Air adalah kebutuhan paling mendasar dalam proses budidaya. Jika setiap tahun petani terus dihadapkan pada krisis air, maka peningkatan produktivitas maupun kualitas hasil pertanian akan sulit diwujudkan. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih visioner, bukan sekadar penanganan darurat ketika kekeringan terjadi,” ujarnya.

Ia berharap adanya sinergi antarorganisasi perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya air. Pembangunan embung, sumur bor, jaringan irigasi, dan optimalisasi sumber air yang tersedia harus menjadi program prioritas, terutama di kawasan sentra tembakau.

“Kami tidak hanya membutuhkan bantuan air bersih ketika kemarau datang, tetapi juga membutuhkan solusi jangka panjang yang mampu menjamin keberlanjutan sektor pertanian. Ketahanan pangan dan kesejahteraan petani tidak akan tercapai tanpa adanya kepastian akses terhadap sumber daya air. Inilah saatnya pemerintah memperkuat investasi pada infrastruktur air sebagai fondasi pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Kiromuddin berharap aspirasi petani dan masyarakat desa sentra tembakau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumenep agar persoalan kekeringan tidak lagi menjadi masalah yang berulang setiap musim kemarau, melainkan dapat diatasi melalui kebijakan terukur, berkelanjutan, dan berpihak kepada petani.

Share This Article