Mahasiswa KKN Kolaboratif Gelar Observasi di Tebul Barat, Petakan Potensi dan Tantangan Desa

alibanunkalim
3 Min Read
Foto Mahasiswa KKN Kolaboratif Sedang Observasi ke SDN Tebul Barat

In — Sebanyak 16 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tahun 2026 resmi memulai pengabdian kepada masyarakat di Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, pada 14 Juli 2026. Mereka berasal dari lima perguruan tinggi, yakni UIN Sunan Ampel Surabaya (4 mahasiswa), UIN Madura (6 mahasiswa), Universitas Islam Madura/UIM (3 mahasiswa), Universitas Annuqayah (1 mahasiswa), dan Universitas Al-Amien Prenduan (2 mahasiswa), dengan masa pengabdian selama 40 hari.

Pada pekan pertama, mahasiswa mengawali kegiatan dengan silaturahmi dan observasi di tiga dusun, yaitu Dusun Mongging, Dusun Bughetel, dan Dusun Kongsi. Kunjungan dilakukan ke perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat sebagai langkah awal mengenal kondisi dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Observasi bertujuan mengidentifikasi aset, potensi, dan persoalan di masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja. Dari hasil observasi awal, Desa Tebul Barat memiliki potensi unggulan di sektor pertanian dengan komoditas tembakau, padi, jagung, cabai, tomat, timun, durian, dan alpukat. Selain itu, terdapat UMKM seperti produksi keripik pisang, olahan gambir, dan skincare lokal yang telah memanfaatkan pemasaran digital.

Mahasiswa juga mengunjungi sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari TK, SDN Tebul Barat, SMP Negeri Pegantenan, hingga SMK. Pihak sekolah berharap mahasiswa KKN dapat berkolaborasi dalam kegiatan pembelajaran, pendampingan siswa, serta pengembangan aktivitas edukatif selama masa pengabdian.

Dialog dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat mengungkap sejumlah tantangan, seperti rendahnya minat melanjutkan pendidikan, tingginya angka perantauan, serta perlunya optimalisasi potensi desa melalui pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat masih aktif menjalankan kegiatan keagamaan dan memiliki kelompok tani sebagai wadah pemberdayaan petani.

Koordinator Desa KKN Kolaboratif Tebul Barat Tahun 2026, M. Munibzain, menyatakan, “Melalui kegiatan observasi ini, kami berharap program kerja KKN yang akan dijalankan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Tebul Barat.” ungkapnya. (18/07/2026)

Seluruh hasil observasi pekan pertama akan menjadi bahan pemetaan kebutuhan desa sekaligus dasar penyusunan program kerja. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat, pelaksanaan KKN diharapkan mampu menghadirkan program yang sesuai dengan potensi lokal serta memberikan kontribusi bagi pembangunan Desa Tebul Barat.

Share This Article