KKN UIN Madura Ajak Warga Sumber Waru Berinovasi Olah Daun Kelor Bernilai Jual

alibanunkalim
3 Min Read
Mahasiswa KKN UIN Madura Posko 9 Sedang Sosialisasi dan praktik bersama warga olah daun kelor jadi sesuatu yang bernilai jual

In — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 29 UIN Madura menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Sumber Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak masyarakat mengolah daun kelor menjadi sejumlah produk makanan dan minuman yang memiliki nilai jual.( 10/08/2026).

Kegiatan ini berangkat dari keberadaan tanaman kelor yang cukup mudah ditemui di lingkungan masyarakat. Selama ini, daun kelor lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga. Mahasiswa KKN Posko 29 kemudian memperkenalkan beberapa cara pengolahan agar daun kelor dapat dimanfaatkan dalam bentuk produk yang lebih beragam.

Pelatihan dilakukan melalui praktik secara langsung bersama masyarakat. Peserta mengikuti setiap tahapan pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan hingga menghasilkan produk yang siap dikonsumsi. Cara tersebut dipilih agar proses pembuatan dapat dipahami dan diterapkan kembali setelah kegiatan selesai.

Dalam pelatihan, daun kelor diolah menjadi tiga produk, yakni es mambo, keripik, dan jamu. Masing-masing produk memiliki proses pengolahan yang berbeda. Daun kelor yang menjadi bahan utama diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk dengan bentuk dan cita rasa yang berbeda dari penggunaan daun kelor pada umumnya.

Mahasiswa KKN Posko 29 juga memberikan pemahaman mengenai nilai tambah dari proses pengolahan. Bahan yang sebelumnya hanya dimanfaatkan dalam bentuk mentah dapat memiliki nilai ekonomi yang berbeda ketika diolah menjadi produk siap konsumsi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan yang ada di sekitar masyarakat bisa dikembangkan menjadi produk lain. Tidak harus langsung dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari pengolahan sederhana yang kemudian dikembangkan sesuai kemampuan,” kata salah satu mahasiswa KKN Posko 29.

Kegiatan tersebut turut menarik perhatian salah satu peserta yang telah menjalankan usaha tahu dan pentol. Pengalaman menjalankan usaha makanan menjadi pertimbangan untuk mengembangkan produk olahan daun kelor sebagai tambahan jenis usaha.

Ketertarikan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam kegiatan pendampingan. Pelatihan tidak hanya berhenti pada proses membuat produk, tetapi juga membuka pembicaraan mengenai kemungkinan melanjutkan produksi setelah program KKN berakhir.

Bagi mahasiswa KKN Posko 29, pengolahan daun kelor merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi yang sudah ada di Desa Sumber Waru. Program tidak diarahkan untuk menggantikan usaha yang telah berjalan, melainkan memberikan pilihan baru yang dapat dipertimbangkan masyarakat.

Pengembangan produk juga masih membutuhkan proses lanjutan, terutama untuk mengetahui minat konsumen, menentukan harga, menjaga kualitas, dan memperbaiki kemasan. Faktor tersebut menjadi bagian penting apabila produk nantinya akan dikembangkan sebagai usaha.

Melalui kegiatan ini, daun kelor tidak hanya dipandang sebagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengolahan menjadi es mambo, keripik, dan jamu menunjukkan adanya peluang untuk memberikan nilai tambah melalui kreativitas dan keterampilan masyarakat.

KKN Posko 29 UIN Madura berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diteruskan oleh masyarakat yang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan produk. Keberlanjutan pengolahan sepenuhnya dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi usaha masing-masing masyarakat Desa Sumber Waru.

Share This Article