In – Warga Dusun Karang, Desa Mandala, Kecamatan Rubaru kini tak perlu lagi menempuh jalur memutar untuk beraktivitas. Jembatan Karang yang menghubungkan kawasan setempat resmi dibuka untuk publik pada Rabu (19/8/2026), menandai rampungnya program fisik Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura di wilayah Kecamatan Rubaru.
Prosesi peresmian dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada. Momen tersebut ditandai dengan pemotongan pita yang dilaksanakan seusai rangkaian doa dan sambutan dari unsur forkopimca setempat.
Dalam arahannya, Dandim menekankan bahwa pembangunan infrastruktur hanyalah langkah awal. Menurutnya, umur panjang jembatan sangat bergantung pada kepedulian kolektif masyarakat pengguna.
“Setelah fasilitas ini berdiri, tanggung jawab perawatannya bukan semata-mata berada di pundak pemerintah atau TNI. Saya mengajak seluruh warga yang merasakan langsung dampaknya untuk turut memikul kewajiban moral menjaga bangunan ini,” ujar Letkol Inf Citra Persada.
Ia juga mengingatkan pentingnya sistem kewaspadaan dini di tingkat warga. Alih-alih menunggu kerusakan membesar, Dandim mendorong agar setiap celah kerusakan sekecil apapun segera dikomunikasikan kepada perangkat desa atau Babinsa Koramil setempat.
“Menambal retakan kecil saat ini jelas jauh lebih ringan secara biaya dan tenaga, daripada nanti kita harus berpikir ulang untuk membangun dari awal karena kelalaian,” tegasnya.
Tak hanya bicara soal konstruksi, perwira menengah itu menyelipkan pesan spiritual. Ia berharap keberadaan jembatan ini bisa menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak yang berkontribusi, mulai dari perencana, pelaksana, hingga warga yang menjaganya.
“Selama jembatan ini masih dilewati dan membawa kemudahan bagi orang lain, insya Allah kebaikan itu akan terus tercatat sebagai pahala yang mengalir,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren As-Sa’diyah Desa Mandala, KH. Moh. Hanan, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif TNI. Ia menilai kehadiran jembatan tidak hanya memecahkan persoalan geografis, tetapi juga menjadi simbol nyata sinergi antara aparat dan rakyat.
“Kami sangat bersyukur. Infrastruktur ini telah memangkas waktu tempuh dan meringankan beban keseharian kami. Kami berkomitmen untuk menjaganya sebagai bentuk balas budi atas kepedulian yang telah diberikan,” ungkap KH. Moh. Hanan.
Melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura, pembangunan Jembatan Karang diharapkan menjadi katalis peningkatan mobilitas ekonomi sekaligus memperkokoh semangat kegotongroyongan di kawasan pedesaan.
