In – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengembangkan sistem digital sebagai upaya meningkatkan transparansi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui portal tersebut, orang tua siswa nantinya dapat memantau berbagai informasi terkait layanan MBG yang diterima anaknya, mulai dari menu makanan harian, dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan, hingga penanggung jawab layanan.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan portal digital tersebut dirancang agar masyarakat dapat ikut mengawasi pelaksanaan program secara lebih mudah dan terbuka. Sistem ini juga menjadi bagian dari transformasi tata kelola MBG berbasis digital sehingga informasi dapat diakses secara cepat dan akurat.
“Kami sedang mengembangkan sistem agar masyarakat dapat terlibat dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Orang tua nantinya dapat mengetahui sekolah mana yang menerima layanan, menu apa yang disajikan setiap hari, makanan tersebut dimasak di dapur mana, hingga siapa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab. Transparansi ini menjadi bagian dari upaya kami membangun tata kelola yang lebih baik,” ujar Sudaryono. (29/07/2026)
Portal tersebut direncanakan dapat diakses menggunakan identitas peserta didik sehingga orang tua dapat memperoleh informasi secara real time mengenai pelaksanaan MBG di sekolah anaknya. Selain menyajikan menu harian, sistem juga akan menampilkan lokasi SPPG yang melayani sekolah, identitas Kepala SPPG, serta cakupan layanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Tidak hanya menyediakan layanan bagi orang tua, BGN juga menyiapkan dashboard publik yang menyajikan data pelaksanaan Program MBG secara nasional. Dashboard tersebut akan memuat informasi mengenai jumlah SPPG yang telah beroperasi, persebarannya di berbagai daerah, sekolah yang dilayani, hingga perkembangan implementasi program di seluruh Indonesia.
Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG. Dengan sistem digital tersebut, masyarakat diharapkan dapat ikut melakukan pengawasan sehingga setiap tahapan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kami ingin mengubah sistem yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih mudah, transparan, dan nyaman bagi semua pihak. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bertanya secara manual karena seluruh informasi dapat diakses melalui sistem,” kata Sudaryono.
Melalui digitalisasi tersebut, BGN berharap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis menjadi semakin transparan, akuntabel, dan mudah dipantau oleh seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program pemerintah tersebut.
