In – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah selatan Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mengantisipasi meluasnya kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan operasi tersebut mulai dilaksanakan pada 24 Oktober 2026 dan telah dilakukan melalui sejumlah sorti penerbangan.
Menurut Gatot, pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Jawa Timur. Penyemaian awan diprioritaskan di kawasan selatan karena berdasarkan pemantauan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan.
“Sesuai dengan instruksi dari Ibu Gubernur, bahwasanya BPBD sudah bekerja sama dengan BNPB melaksanakan operasi modifikasi cuaca. Operasi modifikasi cuaca ini kita laksanakan mulai tanggal 24 kemarin dan sudah dilakukan beberapa sorti,” kata Gatot kepada detikJatim, Senin (26/10/2026).
Sejumlah daerah yang menjadi sasaran operasi meliputi Probolinggo, Jember, dan Malang. Penentuan lokasi penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta potensi pembentukan awan yang dapat mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.
Gatot menjelaskan, setiap sorti membawa sekitar 100 kilogram bahan penyemaian berupa natrium klorida (NaCl) atau pupuk yang digunakan dalam operasi tersebut.
Pelaksanaan OMC tidak dilakukan secara sembarangan. BPBD bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terlebih dahulu memantau pertumbuhan awan untuk menentukan wilayah yang memungkinkan dilakukan penyemaian.
“Setiap satu kali sorti itu membawa 100 Kg NaCl maupun pupuk yang memang digunakan untuk pelaksanaan OMC. Dan biasanya di satu hari itu kita melihat pertumbuhan awannya seperti apa, jika ada pertumbuhan awan yang memang bisa kita melaksanakan OMC, kita bekerja sama dengan BMKG akan melaksanakan OMC di wilayah tersebut,” tambahnya.
Gatot menyebut operasi modifikasi cuaca di wilayah selatan Jawa Timur menunjukkan hasil yang cukup efektif. Hal itu terlihat dari hujan yang turun selama beberapa hari terakhir di sejumlah kawasan sasaran.
Menurutnya, konsentrasi pelaksanaan OMC saat ini tetap diarahkan ke selatan Pulau Jawa karena potensi pertumbuhan awan hujan terpantau di wilayah tersebut.
Ia menegaskan, salah satu tujuan utama operasi ini adalah mengantisipasi kekeringan agar tidak meluas ke daerah lain di Jawa Timur.
“Sebenarnya kita dalam hal OMC ini yang paling utama adalah untuk mengantisipasi adanya kekeringan yang bisa meluas,” tandas Gatot.
