Penyegaran Birokrasi, Bupati Fauzi Rotasi Empat Pejabat Tinggi Pemkab Sumenep

fathorrosy
3 Min Read
Pengambilan Sumpah Empat Pejabat Tinggi Pemkab Sumenep

In – Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan pergeseran sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di lingkungan pemerintah setempat, Selasa (23/6/2026). Langkah ini diambil dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan daerah.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji para pejabat tersebut digelar di Paseban Agung Sultan Abdurrahman. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa pergeseran jabatan ini bukan sekadar rotasi personel, melainkan bagian dari strategi untuk memperkuat kapasitas birokrasi, mendorong inovasi, serta memastikan setiap perangkat daerah dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.

“Pergeseran jabatan ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran organisasi agar roda pemerintahan berjalan lebih dinamis, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang,” ujar Bupati di sela-sela acara pelantikan.

Bupati menjelaskan bahwa setiap pejabat yang dilantik merupakan aparatur yang telah melalui pertimbangan kompetensi, rekam jejak, integritas, dan kebutuhan organisasi. Penempatan pejabat pada posisi tertentu dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian kompetensi dan kebutuhan strategis organisasi agar target pembangunan daerah tercapai secara maksimal.

“Mutasi dan pergeseran jabatan merupakan bagian untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada pejabat dalam mengelola berbagai bidang pemerintahan. Pengalaman yang beragam mampu menghadirkan terobosan dan solusi inovatif dalam mendukung pelaksanaan program prioritas daerah,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa pemerintah menghadapi tantangan yang semakin berat seiring perubahan regulasi, perkembangan teknologi informasi, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan. Ia menekankan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Pemerintah daerah harus meninggalkan pola kerja yang biasa-biasa saja, karena saat ini membutuhkan birokrasi yang adaptif, inovatif, cepat mengambil keputusan, dan berorientasi pada hasil program pembangunan,” jelasnya.

Adapun pejabat yang dilantik dan diambil sumpah janjinya yakni Didik Wahyudi sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Wahyu Kurniawan Pribadi sebagai Asisten Administrasi, Ahmad Laili Maulidi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Ahmad Zulkarnaen sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Bupati berpesan kepada para pejabat yang mendapat amanah baru untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan mengedepankan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah tidak ditentukan oleh kinerja satu perangkat daerah saja, melainkan kemampuan seluruh unsur pemerintahan untuk bekerja secara terpadu.

Share This Article