Perintahkan Camat Aktifkan Kembali Kwarran, Bupati Sumenep: Itu Ujung Tombak Pramuka

fathorrosy
2 Min Read
Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., (Bupati Sumenep, sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka)

In — Bupati Sumenep sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya untuk mengaktifkan kembali Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka di masing-masing kecamatan. Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumenep Tahun 2026 yang digelar di Aula Pertemuan DPMPTSP Kabupaten Sumenep, Senin (22/6/2026).

Instruksi itu muncul menyusul hasil monitoring dan evaluasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang menunjukkan rendahnya tingkat keaktifan kwartir ranting di Kabupaten Sumenep. Dari 27 kwartir ranting yang ada, hanya tujuh yang tercatat aktif dan memiliki Surat Keputusan (SK) masih berlaku, yaitu Kwartir Ranting Lenteng, Batuputih, Masalembu, Dungkek, Kota Sumenep, Dasuk, dan Kalianget.

“Penguatan organisasi kepramukaan harus menjadi perhatian bersama. Para camat harus memberikan perhatian serius terhadap keberadaan dan keaktifan Kwartir Ranting di daerah masing-masing. Kwartir Ranting merupakan ujung tombak pembinaan Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan,” tegas Achmad Fauzi dalam sambutannya.

Rakercab yang dihadiri jajaran pimpinan dan andalan Kwarcab Sumenep, badan kelengkapan kwartir cabang, serta utusan kwartir ranting se-Kabupaten Sumenep tersebut juga menjadi momentum peluncuran sejumlah program unggulan Kwarcab Sumenep Tahun 2026, meliputi Korve Lingkungan Pramuka Sumenep, Scout Farm, Beasiswa Kuliah Jalur Pramuka, dan Pramuka Menulis.

Bupati memberikan apresiasi terhadap program-program tersebut dan mendorong transformasi kegiatan kepramukaan agar sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, Pramuka harus mampu beradaptasi dengan teknologi dan perubahan sosial tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.

“Peningkatan keterampilan menuju kemandirian harus menjadi fokus pembinaan. Pramuka harus mampu membekali anggotanya dengan keterampilan hidup, keterampilan sosial, dan keterampilan produktif yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujar Fauzi.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi anggota Pramuka sebagai bekal menghadapi tantangan generasi muda di era modern. “Generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab sehingga dapat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat,” tandasnya.

Bupati berharap melalui penguatan kwartir ranting dan berbagai program unggulan yang diluncurkan, Gerakan Pramuka Sumenep dapat semakin berkontribusi dalam pembangunan daerah dan pembentukan karakter generasi muda yang unggul.

Share This Article