SDN Kapedi I Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Libatkan Orang Tua dan Pemerintah Desa

fathorrosy
3 Min Read
Pemotongan pita menandai diresmikannya perpustakaan ramah anak di SDN Kapedi I

In – SDN Kapedi I memperkuat komitmennya terhadap pengembangan budaya literasi dengan meresmikan Perpustakaan Ramah Anak pada Senin, (27/4/2026). Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi para siswa.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, pustakawan, wali murid, serta Kepala Desa Kapedi. Momen yang diharapkan menjadi awal untuk mempererat sinergi antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam menumbuhkan minat baca sejak usia dini.

Kepala SDN Kapedi I, Juma’ Adin, dalam sambutannya menyatakan bahwa pendirian Perpustakaan Ramah Anak merupakan bagian dari upaya sekolah untuk meningkatkan literasi. Ia menekankan perlunya kerja sama antara guru, pustakawan, dan orang tua agar perpustakaan dapat berfungsi secara optimal.

“Ke depan, guru, pustakawan, dan orang tua harus bahu-membahu menjaga dan menghidupkan perpustakaan ini. Harapannya, perpustakaan bisa menjadi rumah kedua bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang,” tuturnya.

Ia juga berharap perpustakaan yang telah diresmikan tidak sekadar menjadi simbol, melainkan benar-benar dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah sebagai sarana peningkatan minat baca dan kemampuan literasi siswa.

Sementara itu, Kepala Desa Kapedi, Muhammad Munir, memberikan apresiasi terhadap inisiatif sekolah dalam menghadirkan Perpustakaan Ramah Anak. Menurutnya, keberadaan perpustakaan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan sekolah, tetapi juga turut meningkatkan kecakapan literasi masyarakat desa.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi program ini. Literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga perlu dukungan dari orang tua dan pemerintah desa,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, pendamping program Perpustakaan Ramah Anak, Ahmadi, menegaskan bahwa perpustakaan adalah fasilitas bersama yang harus dibangun secara kolektif sejak awal.

“Perpustakaan ramah anak adalah milik semua. Karena itu, sejak proses persiapan seharusnya sudah melibatkan warga sekolah, komite, dan wali murid. Keterlibatan ini penting agar semua merasa memiliki dan bersama-sama mendorong keberlanjutan program,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelibatan orang tua dalam kegiatan peresmian merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga.

Salah satu wali murid yang hadir juga menyampaikan harapannya agar perpustakaan ini benar-benar aktif dan tidak hanya digunakan sesekali.

“Kami berharap perpustakaan ini terus hidup dengan berbagai kegiatan, sehingga anak-anak terbiasa datang, membaca, dan menjadikan buku sebagai bagian dari keseharian mereka,” ujarnya.

Peresmian ini menjadi penanda awal penguatan ekosistem literasi di SDN Kapedi I. Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa, perpustakaan diharapkan dapat berfungsi optimal sebagai ruang belajar yang hidup serta melahirkan generasi pembelajar sejak dini.

Share This Article