In – Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bidik, Didik Haryanto, meminta Kejaksaan Agung untuk segera memeriksa Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Slamet Ariyadi. Permintaan tersebut terkait dugaan keterlibatan politisi itu dalam praktik jual beli titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah disidik Kejaksaan Agung.
Permintaan itu disampaikan menyusul penetapan tersangka terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya oleh Kejaksaan Agung pada Rabu petang (03/06). Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Program MBG tahun 2025–2026, sehari setelah dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan temuan Kejaksaan Agung, penetapan tersangka bermula dari adanya bukti penyimpangan dan penggelembungan harga (mark up) dalam pengadaan sejumlah barang proyek MBG. Kerugian negara akibat praktik tersebut ditaksir mencapai Rp1 triliun. Selain itu, jaksa juga menemukan praktik jual beli titik kepada yayasan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Praktik itu diduga dilakukan melalui intervensi terhadap portal BGN dan melibatkan seorang politisi yang kini duduk di Senayan.
Didik Haryanto menjelaskan, hasil investigasi LSM Bidik di lapangan menunjukkan adanya sekitar 40 titik dapur MBG yang diperjualbelikan melalui Slamet Ariyadi. “Dengan nominal Rp300 juta per titik, tinggal dikalikan saja totalnya,” ujar Didik saat ditemui di sebuah kafe di Surabaya, Rabu (10/06/2026).
Lebih lanjut, Ketua Umum LSM Bidik mengungkapkan bahwa setiap dapur MBG hasil jual beli titik tersebut diduga wajib menyisihkan Rp1.000 per porsi menu MBG yang dikelola. Sisihan itu kemudian disetorkan ke pihak tertentu. “Maka dari itu, tepat jika taksiran kerugian negara keseluruhan mencapai hampir Rp1 triliun,” tegasnya.
Didik menambahkan bahwa pihaknya siap berkolaborasi secara aktif dengan Kejaksaan Agung dan menyerahkan bukti-bukti hasil penelusuran di lapangan. Lembaga yang dipimpinnya juga telah menemukan indikasi aliran dana hasil korupsi yang diduga dikuasai Slamet Ariyadi, lengkap dengan pengakuan dari para pengelola titik yang membeli dapur MBG dari politisi PAN tersebut.
Ia berharap langkah LSM Bidik untuk mengungkap dan membantu percepatan pengusutan kasus ini mendapat dukungan serta pengawalan dari berbagai pihak. Tujuannya agar program strategis nasional MBG dapat berjalan secara transparan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi masa depan Indonesia.
