Keselamatan Ibu dan Bayi di Kepulauan Tergantung pada Bidan, RSUD Moh. Anwar Serukan Penguatan Kapasitas

fathorrosy
3 Min Read
dr. Erliyati (Direktur RSUD Moh. Anwar Sumenep)

In – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan pentingnya peran tenaga bidan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Direktur rumah sakit, dr. Erliyati, menyebut bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak karena berhadapan langsung dengan masyarakat sejak masa kehamilan hingga persalinan dan masa nifas.

“Bidan menjadi salah satu elemen penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat dan berperan sejak awal proses kehamilan sampai masa nifas,” ujar dr. Erliyati.

Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang didominasi kepulauan membuat akses layanan kesehatan di sejumlah daerah masih terbatas. Dalam situasi tertentu, bidan bahkan menjadi tenaga kesehatan pertama sekaligus satu-satunya yang dapat dijangkau masyarakat di wilayah terpencil.

“Di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, bidan sering menjadi ujung tombak pelayanan. Karena itu penguatan kapasitas dan pemerataan tenaga bidan sangat penting,” ungkapnya.

dr. Erliyati menjelaskan bahwa tugas bidan tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis saat persalinan, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan, pendampingan psikologis kepada ibu hamil, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Pendekatan humanis yang dilakukan para bidan dinilainya menjadi faktor penting dalam membantu ibu hamil menjalani proses kehamilan dan persalinan secara aman.

“Peran bidan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan dengan aman,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Erliyati menekankan bahwa tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kebidanan serta pemerataan distribusi tenaga bidan harus menjadi perhatian bersama.

“Ke depan perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi serta distribusi tenaga bidan agar pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin optimal,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap profesi bidan sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

“Peringatan Hari Internasional Bidan harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak lepas dari pengabdian para bidan yang bekerja langsung di lapangan. Keselamatan ibu dan bayi sangat bergantung pada peran besar para bidan,” pungkasnya.

Share This Article