Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

fathorrosy
3 Min Read
Ringsek, gerbong kereta api pada insiden tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

In – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tercatat 14 orang dinyatakan tewas dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

​Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.52 WIB. Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), kecelakaan bermula saat KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang tengah berhenti di emplasemen Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu antrean sinyal.

​Di saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi melaju dari arah belakang dan menghantam bagian ekor rangkaian KRL tersebut. Benturan keras menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo menembus bodi belakang gerbong KRL, yang saat itu dilaporkan merupakan gerbong khusus perempuan.

​”KRL sedang diam menunggu sinyal aman karena ada insiden taksi online tertemper kereta di jalur depan. Tiba-tiba KA Argo Bromo muncul dari belakang dengan kecepatan tinggi dan terjadi tabrakan,” ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi terus dilakukan sejak semalam hingga Selasa dini hari. Para korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Kota Bekasi, RS Bella, RS Primaya, dan RS Siloam Bekasi Timur untuk mendapatkan perawatan intensif.

​”Hingga pukul 08.45 WIB, data yang kami terima ada 14 korban jiwa. Kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memantau kondisi 84 korban luka lainnya,” ujar Bobby saat meninjau lokasi, Selasa pagi.

Kementerian Perhubungan telah menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti mengapa KA Argo Bromo bisa memasuki jalur yang sedang ditempati KRL.

​Akibat kecelakaan ini, operasional kereta api di jalur Bekasi-Cikarang mengalami gangguan total sejak semalam. Sebanyak 9 perjalanan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen terpaksa dibatalkan hari ini guna memperlancar proses evakuasi rangkaian kereta yang masih saling menghimpit.

​Presiden RI juga dilaporkan telah menjenguk para korban di RSUD Bekasi pada Selasa siang dan memerintahkan percepatan perbaikan infrastruktur serta evaluasi total pada sistem keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Jabodetabek.

Share This Article