In – Kabar gembira datang bagi petani tembakau di Sumenep. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kembali menyalurkan bantuan bibit tembakau untuk mengawali musim tanam tahun ini. Meski titik distribusinya berkurang, antusiasme petani tetap tinggi.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan di 15 titik strategis di berbagai kecamatan. Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 30 titik.
“Tahun ini memang hanya 15 titik, menyesuaikan kemampuan anggaran. Yang terpenting, esensinya tetap: pemerintah hadir untuk petani,” ujar Chainur, Minggu (28/9/2025).
Bantuan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) APBD 2025. Dari total anggaran DBHCHT yang mencapai lebih dari Rp 62 miliar, sebesar Rp 6,7 miliar di antaranya dialokasikan untuk program pertanian, termasuk pembelian bibit dan sarana produksi.
Tidak berhenti di bibit, Pemkab juga menyalurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) serta membangun sumur bor di daerah rawan kekeringan untuk mendukung irigasi.
“Ketersediaan air sangat menentukan hasil panen. Karena itu, kami memperkuat infrastruktur dengan pengeboran air,” tegasnya.
Chainur memastikan, meski titik distribusi berkurang, penyaluran bantuan tetap tepat sasaran kepada kelompok tani yang benar-benar membutuhkan.
Berdasarkan data DKPP, dari total potensi lahan tembakau seluas 21 ribu hektare di Sumenep, saat ini sekitar 14 ribu hektare yang telah dimanfaatkan. Bantuan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas lahan.
“Pemkab hadir bukan hanya menyalurkan, tapi juga mendampingi. Ini kerja berkelanjutan, bukan proyek tahunan,” pungkas Chainur.
