In – Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Dialog Keinsinyuran yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Jumat (13/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang SA, Gedung Rektorat Lantai 1 Kampus ITS Sukolilo ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran profesi insinyur dalam mendukung pembangunan nasional.
Acara yang diikuti sekitar 100 peserta ini menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang keinsinyuran, akademisi, serta praktisi dari berbagai sektor. Keynote speaker Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU., ASEAN Eng., yang juga Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2024–2027, menekankan pentingnya peran insinyur dalam mendorong inovasi teknologi serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
“Insinyur memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan solusi teknologi yang inovatif untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya dalam sesi keynote speech.
Selain Agus Taufik, hadir pula narasumber Ir. Sutopo Kristanto, MT., mantan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS (PP IKA ITS) periode 2019–2024, Ir. Bastian S. Sihombing, MEng., IPU dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian PUPR sekaligus anggota Komite Etik PII, serta Prof. Bambang Pramujati selaku Rektor ITS.
Ir. Sutopo Kristanto menegaskan bahwa profesi insinyur memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran forum seperti ini sangat penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan agar bisa saling bertukar gagasan dan memperkuat kontribusi insinyur dalam pembangunan nasional,” kata Sutopo.
Sementara itu, Bastian S. Sihombing menyoroti pentingnya penguatan kompetensi serta sertifikasi profesi insinyur guna memastikan standar profesionalisme yang tinggi. Ia juga menekankan perlunya implementasi optimal Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran agar profesi ini memiliki landasan hukum yang kuat.
Acara yang dimoderatori Gotot Kustyadji tersebut diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, sambutan, kemudian dilanjutkan sesi keynote speech, pemaparan materi, dialog interaktif, dan ditutup dengan buka puasa bersama.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., yang menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep. Arif yang baru memperoleh gelar insinyur pada tahun lalu ini hadir sebagai bagian dari kalangan profesional berlatar belakang keinsinyuran.
Menurut Arif Firmanto, dialog keinsinyuran semacam ini menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kehadiran para insinyur dari berbagai bidang memberikan perspektif yang luas dalam melihat tantangan pembangunan. Kolaborasi ini sangat penting agar kebijakan pembangunan di daerah dapat lebih inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri civitas akademika PSPPI ITS, anggota Persatuan Insinyur Indonesia, alumni ITS, praktisi keinsinyuran, serta perwakilan dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.
