Pramuka Kembali Jadi Ekstrakurikuler Wajib, UPI Sumenep Sukses Implementasikan lewat KMD

fathorrosy
3 Min Read
Tampak Peserta KMD sangat antusias, bersua foto di sela-sela acara

In — Pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang berlangsung pada (19–24/1/2026) di Kampus Universitas PGRI (UPI) Sumenep berjalan lancar dan mendapat respons yang sangat positif. Kegiatan ini menjadi upaya konkret dalam menyiapkan pembina pramuka yang kompeten dan siap berkontribusi dalam dunia pendidikan di berbagai tingkat satuan pendidikan.

KMD UPI Sumenep tahun 2026 diikuti oleh peserta yang berasal dari beragam wilayah, mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keterampilan dan pemahaman kepramukaan bagi tenaga pendidik. Sekitar setengah dari jumlah peserta tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Sumenep.

Semangat peserta tampak jelas selama rangkaian kegiatan, baik dalam penyampaian materi teori maupun praktik lapangan. Selain memperoleh bekal pengetahuan dasar kepramukaan, peserta juga dibina untuk mengembangkan nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, kerja sama, serta karakter kebangsaan yang menjadi inti dari pendidikan pramuka.

Panitia KMD UPI Sumenep 2026, Jaisaqi Danuriyo, menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Penjaskesrek FKIP Universitas PGRI Sumenep atas dukungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan prodi dinilai sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kesiapan dan daya saing saat terjun ke dunia pendidikan setelah menyelesaikan studi.

Ia menegaskan bahwa penguasaan kompetensi kepramukaan bukan lagi bersifat pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi calon pendidik. Hal ini selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 yang mewajibkan pelaksanaan ekstrakurikuler Pramuka di seluruh jenjang pendidikan.

Sementara itu, Muhammad Romli selaku dosen pengampu mata kuliah Kepramukaan di Prodi Penjaskesrek menyatakan bahwa kebijakan prodi dalam mendorong mahasiswa mengikuti KMD merupakan langkah tepat dan berorientasi ke depan. Menurutnya, kompetensi kepramukaan sangat penting bagi calon guru, baik untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler maupun sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik di sekolah.

Ia menambahkan bahwa calon pendidik perlu memiliki kompetensi yang menyeluruh. Kepramukaan menjadi media efektif dalam menanamkan karakter, kepemimpinan, serta nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, Prodi Penjaskesrek berkomitmen membekali mahasiswa agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan dunia pendidikan, khususnya dalam menyikapi kebijakan terbaru pemerintah.

Melalui penyelenggaraan KMD ini, Universitas PGRI Sumenep kembali menegaskan perannya dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional serta menghasilkan pendidik yang profesional, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Share This Article