Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Adat Keraton, Perkuat Identitas Daerah di Hari Jadi

fathorrosy
2 Min Read
Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H.,M.H. (Bupati Sumenep) mengenakan baju kebesaran Keraton Sumenep

In – Sebagai ikhtiar menumbuhkan kecintaan pada budaya lokal serta memperkokoh identitas daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara resmi mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN untuk mengenakan Baju Adat Keraton Sumenep secara lengkap.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pemakaian Baju Adat Keraton Sumenep. Aturan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa kebijakan berpakaian adat ini merupakan langkah nyata melestarikan adat dan budaya leluhur yang kental dengan nilai sejarah kerajaan.

“Kebijakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat identitas daerah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya warisan para leluhur,” ujar Bupati Fauzi, Selasa (28/10/2025).

Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi Sumenep harus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen dalam melestarikan budaya dan tradisi daerah, bukan sekadar mengenang sejarah panjang semata.

Berdasarkan SE tersebut, kewajiban memakai Baju Adat Keraton Lengkap berlaku setiap tanggal 30 dan 31 Oktober tiap tahunnya, termasuk dalam pelaksanaan Upacara Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Kewajiban ini berlaku bagi ASN, Non-ASN, dan pegawai BUMD di lingkungan Pemkab Sumenep.

Aturan serupa juga berlaku bagi pegawai instansi vertikal, BUMN, dosen, serta guru di lembaga pendidikan swasta. Sementara untuk kalangan mahasiswa dan pelajar di wilayah Sumenep diwajibkan mengenakan Batik Sumenep.

Kebijakan ini memberikan pengecualian bagi ASN dan Non-ASN yang bertugas dengan seragam khusus, seperti paramedis yang sedang menangani operasi pasien, petugas keamanan (Satpol PP), dan Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di lapangan.

Bupati Fauzi menyatakan bahwa pemakaian busana adat Keraton adalah simbol kebanggaan dan bentuk penghormatan terhadap jati diri Kabupaten Sumenep. Hal ini diharapkan dapat menyuntikkan semangat baru bagi aparatur pemerintah dalam menjalankan tugasnya, dengan menggelorakan nilai-nilai perjuangan leluhur dalam membangun daerah.

“Kami ingin Peringatan Hari Jadi bukan sebagai rutinitas seremonial belaka, tetapi harus mengandung makna dan hakikat untuk membangun Kabupaten Sumenep yang lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Share This Article