Wali Murid di Sumenep Geram, Menu MBG di SDN Karanganyar Diduga Busuk

fathorrosy
2 Min Read
Menu MBG yang diduga busuk diterima Siswa SDN Karanganyar, Kalianget, Sumenep

In – Program makan bergizi gratis kembali menuai masalah. Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, diduga menerima makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi dan jauh dari standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28/4/2026).

Kondisi tersebut memicu kemarahan wali murid. Mereka menilai program yang seharusnya mendukung asupan gizi anak justru membahayakan kesehatan.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bejreh Barokah Bangsa yang berlokasi di SPPG Kalianget Barat 2, Jalan Raya Kalianget–Asemnunggal (depan Perumahan Paradise), menjadi sorotan. Lembaga itu dinilai gagal menjamin kualitas makanan.

“Anak-anak seharusnya mendapat makanan bergizi, bukan makanan busuk,” ujar seorang wali murid dengan nada geram.

Kritik keras juga disampaikan LSM BIDIK melalui aktivisnya, Sufriadi. Ia menilai SPPG tersebut tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya dan merusak kepercayaan publik.

“Namanya saja SPPG, tapi tidak mencerminkan kualitas gizi. Ini memalukan dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Sufriadi bahkan melontarkan pernyataan tegas kepada pengelola. “Kalau tidak siap menyajikan makanan yang layak dan bergizi, lebih baik tutup saja. Jangan jadikan program ini sebagai ladang keuntungan dengan mengorbankan kesehatan siswa,” kecamnya.

Menurut Sufriadi, kejadian ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan instansi terkait. Program yang menyangkut gizi anak tidak boleh dijalankan secara asal-asalan.

Publik menuntut evaluasi total, bahkan tindakan tegas terhadap pengelola jika terbukti lalai. Kasus ini menunjukkan bahwa lemahnya pengawasan dan ketidakprofesionalan pelaksana dapat mengubah program positif menjadi ancaman nyata bagi generasi penerus bangsa.

Share This Article