Tegas! Bupati Sumenep Ancam Laporkan Dapur Nakal ke BGN Pusat

fathorrosy
2 Min Read
Bupati Sumenep saat memberikan peringatan kepada SPPG di wilayahnya, tampak didampingi Ketua PKDI dan Camat setempat

In – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh pemilik dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ia meminta agar kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan benar-benar menjadi perhatian utama, menyusul adanya penilaian bahwa standar makanan dalam program tersebut selama ini dinilai belum konsisten.

Peringatan ini disampaikan Bupati Fauzi, saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Guluk-guluk, Rabu (4/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi Ketua PKDI Kabupaten Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat, Camat setempat, serta jajaran pengurus PKDI.

“Dalam program MBG, kualitas dan keamanan makanan bagi anak-anak kita adalah prioritas utama. Saya mengimbau seluruh pemilik dapur untuk memperhatikan hal ini dengan serius dan memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur MBG. Pemeriksaan akan difokuskan pada standar kebersihan, kualitas bahan baku, serta prosedur produksi makanan.

Lebih lanjut, Bupati Fauzi menyatakan tidak akan segan memberikan sanksi tegas jika menemukan adanya pelanggaran. Bahkan, ia mengancam akan melaporkan sendiri pemilik dapur yang bermain-main dengan program ini ke Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

“Saya tidak segan-segan memberikan rekomendasi kepada pihak yang berwenang, termasuk melaporkan ke BGN pusat, jika ada dapur yang tidak memenuhi standar,” terangnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan anak-anak serta memastikan program MBG berjalan sesuai tujuannya, yakni memberikan manfaat optimal bagi generasi penerus.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mengawasi pelaksanaan program MBG di lingkungan masing-masing.

“Program MBG adalah tanggung jawab bersama. Anak-anak kita berhak mendapatkan nutrisi yang baik, dan semua pihak harus memastikan janji itu ditepati. Di balik setiap kotak makanan, ada harapan anak-anak dan kepercayaan orang tua terhadap pemerintah. Standar gizi, kebersihan, dan kualitas bahan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Dengan pengawasan yang ketat, Bupati Fauzi berharap program MBG tidak hanya sekadar memberi makan, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan menanamkan budaya tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Share This Article