In – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kadur, Pamekasan, jadi sorotan. Paket makanan yang dibagikan ke siswa dinilai tak sesuai dengan anggaran per peserta yang ditetapkan secara nasional.
Program yang disalurkan melalui SPPG Al-Anwar di Dusun Klompek, Desa Pamoroh, itu diduga tak memenuhi tujuan pemberian gizi seimbang bagi anak sekolah.
Sejumlah laporan dari warga dan orang tua siswa menyebut paket yang diterima hanya berisi makanan ringan seperti snack, susu kotak, roti, serta buah dalam jumlah terbatas. Bahkan, sebagian buah yang diterima dalam keadaan tidak layak makan atau sudah busuk.
“Kalau cuma snack, apalagi buahnya busuk, di mana letak bergizinya? Ini jelas tak sebanding dengan anggaran per siswa,” kata seorang warga, pada Jumat (2/1/2026)
Para orang tua berharap program MBG benar-benar memberikan makanan sehat dan bergizi, bukan sekadar pengganjal perut. “Anak-anak butuh asupan yang layak, bukan cuma camilan,” ujar salah satu wali murid.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kualitas pelaksanaan program, termasuk kemungkinan ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi paket yang diterima.
Hingga saat ini, SPPG Al-Anwar belum memberikan klarifikasi resmi. Masyarakat mendorong pemerintah daerah segera melakukan evaluasi agar program ini berjalan transparan dan benar-benar memenuhi standar gizi siswa.
