In – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 2026 dinilai sebagai momentum bersejarah bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini untuk menguatkan peran strategisnya. Peran tersebut tidak terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid atau yang akrab disapa Inung, menyebut NU memiliki kontribusi besar dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kemandirian pangan dan keberlanjutan sektor pertanian.
“NU selama satu abad telah membuktikan diri sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang berakar kuat di masyarakat. Ke depan, NU dapat terus menjadi garda terdepan dalam mendorong kesejahteraan petani melalui pendekatan keagamaan yang berpadu dengan modernisasi ekologi pertanian,” jelas Inung, Jumat (31/1/2026).
Menurutnya, peringatan satu abad NU ini merupakan titik refleksi sekaligus pijakan untuk menjawab tantangan zaman, seperti krisis iklim, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan petani. Ia menekankan pentingnya modernisasi pertanian yang tetap berpijak pada nilai ekologis dan kearifan lokal.
“Modernisasi pertanian tidak semata soal teknologi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan ekologi. NU, dengan jejaring pesantren dan basis massa yang luas, sangat strategis untuk mengedukasi petani tentang pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Inung menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti NU menjadi kunci percepatan pembangunan sektor pertanian. Pendekatan humanis berbasis nilai diyakini mampu mendorong perubahan perilaku petani ke arah yang lebih adaptif dan produktif.
“Harlah NU ke-100 ini kami harapkan menjadi momentum lahirnya lompatan besar dalam peningkatan kesejahteraan petani. Ketika nilai keagamaan, pengetahuan modern, dan kepedulian lingkungan berjalan seiring, ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat akan semakin kuat,” tambahnya.
Ia menegaskan, peringatan satu abad NU tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi sebagai komitmen bersama untuk terus berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara, termasuk dalam mewujudkan pertanian yang berdaulat, berkelanjutan, dan menyejahterakan.
“Selamat memperingati Harlah Nahdlatul Ulama satu abad 31 Januari 2026, semoga terus menjadi pilar penjaga NKRI dan pengawal Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat,” pungkas Chainur Rasyid.
NU sendiri resmi berdiri pada 31 Januari 1926, bertepatan dengan 16 Rajab 1344 Hijriah, di Surabaya, Jawa Timur.
