In – Kawasan Green Farm Banyuwangi menjadi saksi keberhasilan panen raya jagung varietas Jenderal seluas 50 hektar pada November 2025 lalu. Kegiatan panen ini merupakan bagian dari komitmen Polda Jawa Timur dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Nanang Avianto, menegaskan bahwa keberhasilan panen yang dilakukan oleh Taruna Pelatihan Pertanian ini menjadi bukti nyata keseriusan jajarannya dalam menjaga ketahanan pangan.
“Polri diberi tanggung jawab oleh Bapak Presiden untuk jagung, jadi kita terus melakukan upaya peningkatan baik kuantitas maupun kualitas. Kami juga telah menyiapkan gudang di Mojokerto dengan kapasitas 4.000 ton yang akan digunakan khusus menampung jagung. Saat ini, sudah terkumpul 200 ton,” ujar Nanang, Sabtu (28/2/2026).
Tak hanya menyiapkan tempat penyimpanan, Polda Jatim juga tengah membangun fasilitas teknologi pengeringan untuk menjaga kualitas jagung. Mengingat, produksi jagung Jawa Timur selama ini menyumbang 30 persen dari total kebutuhan jagung nasional.
“Kami sedang menyiapkan pengeringan sehingga kualitas jagung tetap terjaga. Ke depan, kami juga akan membantu pemasaran agar kesejahteraan petani meningkat,” tambahnya.
Lahan seluas 50 hektar tersebut dikelola oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur dan masuk dalam rencana tata tanam jagung Polda Jatim pada kuartal empat tahun 2025. Ketua HKTI Jatim, Arum Sabil, mengungkapkan bahwa lahan tersebut ditanami jagung unggul varietas Jenderal yang produktivitasnya terbilang tinggi.
“Di kawasan ini, produksi jagung gelondongan rata-rata mencapai 8 hingga 10 ton per hektar. Namun dari hasil uji coba dan proses belajar dengan berbagai perlakuan budidaya yang lebih baik, kami optimis pada musim tanam kedua nanti produksinya bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektar,” pungkas Arum penuh optimisme.
Dengan langkah strategis ini, Polda Jatim berharap mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Jawa Timur.
