In – Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini melalui kegiatan praktis. Pernyataan itu disampaikan pada pembukaan Kemah Hijau yang digelar di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, pada 13-14 Desember 2025.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi dan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan merawat lingkungan secara berkelanjutan,” tegas Anwar Syahroni.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi DLH dengan Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep itu diikuti 70 pelajar dan mahasiswa perwakilan dari 10 lembaga pendidikan, meliputi 3 perguruan tinggi, 2 SMA, dan 5 SMP.
Dalam Kemah Hijau tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terjun langsung dalam aksi nyata. Mereka diajarkan mengolah sampah menjadi bernilai ekonomis, seperti penggunaan maggot dan pembuatan ecobrick, serta praktik bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove.
“Ini merupakan upaya konkret membangun kepedulian lingkungan sekaligus memberikan keterampilan yang bermanfaat,” tambah Anwar.
Dukungan juga datang dari jajaran Gerakan Pramuka. Moh. Ramdani, perwakilan Kwarcab Sumenep, menyebut kegiatan ini sangat penting bagi generasi muda.
“Peserta diajarkan bagaimana mengolah sampah di sekitar menjadi bernilai ekonomis sekaligus diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan,” jelas Ramdani.
Melalui kemah ini, kolaborasi antara DLH dan Pramuka diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan lingkungan di kalangan generasi muda, serta mendorong pengelolaan sampah yang kreatif dan berkelanjutan di tengah masyarakat Sumenep.
