Pemkab Sumenep Tingkatkan Kualitas RTLH, Anggaran Per Unit Naik Jadi Rp30 Juta

fathorrosy
2 Min Read
Proses Pembangunan RTLH kabupaten Sumenep

In – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep meningkatkan kualitas program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2025 dengan menaikkan nilai bantuan untuk setiap unit rumah. Alokasi per unit kini ditingkatkan menjadi Rp30 juta, dari sebelumnya Rp20 juta.

Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kualitas konstruksi dan kelayakan huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep menggelontorkan dana total Rp3,1 miliar dari APBD untuk membangun 117 unit rumah.

Meski jumlah penerima tahun ini turun dibanding 2024 yang sebanyak 150 unit, Disperkimhub memastikan bahwa fokus utama adalah peningkatan mutu bangunan.

Kepala Disperkimhub Sumenep, Yayak Nur Wahyudi, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk tunai. Penerima manfaat langsung menerima rumah yang telah siap huni.

“Penerima tidak memegang uang sama sekali. Mereka langsung menerima rumah yang sudah jadi,” tegas Yayak.

Rincian Anggaran dan Perubahan Spesifikasi

Yayak membeberkan rincian penggunaan dana Rp30 juta per unit. Sebesar Rp17,6 juta dialokasikan untuk material bangunan, sedangkan Rp12,4 juta digunakan untuk biaya tenaga kerja dan pajak.

Dengan anggaran yang lebih besar, terjadi peningkatan pada luas bangunan. Rumah RTLH tahun 2025 dibangun dengan ukuran 6×4 meter, lebih luas dari tahun sebelumnya yang hanya 5×4 meter.

Yayak menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas setiap unit sesuai standar.

“Semua proses mengikuti tahapan administrasi, distribusi material, dan kesiapan tenaga di lapangan. Kami pastikan seluruh penerima menerima haknya sesuai jadwal,” jelasnya.

Program RTLH 2025 menyebar di berbagai kecamatan, mulai dari wilayah daratan seperti Batuan, Pragaan, Kota Sumenep, Guluk-Guluk, Ganding, Lenteng, Dasuk, Batang-Batang, Batuputih, Bluto, Gapura, Kalianget, Manding, Rubaru, dan Saronggi. Untuk wilayah kepulauan, program ini menjangkau Kecamatan Gayam, Sapeken, dan Nonggunung.

Yayak menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh pembangunan sebelum penutupan tahun anggaran.

“Target kami tetap 117 unit rampung sesuai tahun anggaran, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Share This Article