In – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggencarkan program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih banyak ditemui di berbagai wilayah, terutama di kawasan pedesaan, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Perkimhub), sejumlah langkah strategis diambil untuk memastikan warga bisa tinggal di hunian yang aman, sehat, dan layak.
Kondisi RTLH yang memprihatinkan seperti struktur rapuh, atap bocor, lantai tanah, dan sanitasi buruk dinilai tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga menghambat produktivitas dan kualitas hidup keluarga.
Kepala Dinas Perkimhub Sumenep, Drs. Yayak Nurwahyudi, M.Si., menyatakan bahwa berdasarkan data sementara, ratusan unit rumah di Sumenep masih masuk kategori tidak layak huni dan butuh penanganan segera.
“Kami fokus pada keluarga berpenghasilan rendah yang belum pernah menerima bantuan perumahan. Pendataan dan verifikasi lapangan kami lakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tegas Yayak, Rabu (12/11/2025).
Untuk menuntaskan persoalan ini, sejumlah program digulirkan, di antaranya:
· Bantuan Perumahan layak huni atau bedah rumah dari pemerintah pusat, provinsi, ataupun pemerintah desa.
· Peningkatan kualitas hunian dengan dukungan desain dan supervisi.
· Kolaborasi dengan swasta, lembaga sosial, dan komunitas untuk perluasan jangkauan.
· Pendampingan teknis dan edukasi sanitasi sehat serta perawatan rumah.
Yayak menekankan, kehidupan yang layak dimulai dari rumah yang sehat dan aman. Karena itu, penanganan RTLH menjadi bagian penting dari strategi penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan di Sumenep.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan instansi lain, dunia usaha, dan lembaga sosial sangat penting, terutama untuk menjangkau wilayah kepulauan yang penuh tantangan geografis. Dengan bergotong royong, penyelesaian RTLH bisa lebih cepat dan luas,” paparnya.
Tidak hanya perbaikan fisik, program ini juga dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga hunian dan lingkungan sekitarnya, sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan.
