In – Mengisi waktu jelang berbuka puasa dengan kegiatan produktif, Generasi Emas Nusantara (GEN) Sumenep menggelar acara “Kongkow Generasi Emas” pada Rabu (25/2/2026) di Cafe Tanean, Sumenep. Mengusung tema “Generasi Emas: SDM Unggul, Pelopor Ekonomi Kreatif”, diskusi santai ini menjadi ajang strategis untuk merumuskan peran anak muda dalam pembangunan daerah.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana ngabuburit tersebut dihadiri langsung oleh Ketua GEN Jawa Timur, serta jajaran pengurus dan pembina. Hadir pula sebagai narasumber kunci, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Sumenep, Moh. Ramli, serta Tim Ahli Bupati Sumenep Bidang Infrastruktur, Perhubungan dan Perekonomian, Yayak Nurwahyudi.
Ketua GEN Sumenep, Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program perdana di awal tahun yang berfokus pada peningkatan kapasitas internal organisasi.
“Ini adalah langkah kami untuk memperkuat sumber daya manusia para pengurus. Harapannya, bekal dari diskusi ini bisa menunjang program-program GEN Sumenep selama setahun ke depan agar lebih berdampak,” ungkapnya.
Syaifuddin, selaku Pembina GEN Sumenep yang juga menjabat sebagai Kabid Pora, dalam sambutannya menekankan makna di balik nama generasi emas. Ia berharap setiap anggota GEN memiliki nilai investasi jangka panjang bagi bangsa.
“Generasi Emas itu bukan sekadar nama. Ia harus betul-betul bernilai seperti emas, berharga, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Sesi diskusi semakin menarik saat Moh. Ramli memaparkan materinya. Ia menyoroti pentingnya kesehatan mental dan jiwa sebagai fondasi utama keunggulan SDM.
“Pemerintah hadir untuk memastikan itu. Tapi yang terpenting, kreatif itu artinya mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kita. GEN harus bisa memadukan nilai-nilai tradisi dengan kemajuan teknologi, khususnya di bidang ekonomi. Dari situ, kearifan lokal akan lahir dan menjadi kekuatan ekonomi kita,” paparnya.
Senada dengan hal tersebut, Yayak Nurwahyudi memberikan wejangan agar diskusi tidak berhenti sebagai wacana. Ia mendorong GEN Sumenep untuk segera bertindak.
“Banyak ide bagus lahir dari meja-meja diskusi, sayang jika hanya menguap begitu saja. GEN harus menjadi eksekutor. Wujudkan ide-ide kreatif itu dalam aksi nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hangat ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Sumenep yang digerakkan oleh kaum muda. Dengan sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan, Sumenep optimis melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga inovatif dalam membangun kemandirian ekonomi.
