Kwarnas Tekankan Dua Agenda Besar Pramuka Jatim: Swasembada Pangan dan Pembinaan Karakter

fathorrosy
3 Min Read
Komjen Polisi (Purn) Drs. H. Budi Waseso (Ketua Kwarnas)

In – Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, secara resmi melantik pengurus Majelis Pembimbing Daerah, Kwartir Daerah, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (11/2/2026).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Kak Buwas itu menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni. Ia meminta agar pengurus yang baru dilantik tidak memaknai jabatan sebagai status, melainkan sebagai amanah pengabdian.

“Di pundak kakak-kakak sekalian tersemat harapan besar. Pramuka bukan hanya wadah pembinaan, tetapi kawah candradimuka yang melahirkan generasi tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Buwas secara khusus menyoroti dua agenda besar yang harus menjadi prioritas Pramuka Jatim ke depan: swasembada pangan dan pembinaan karakter. Menurutnya, Indonesia punya tanah subur dan kekayaan alam melimpah, tapi semua itu tidak akan berarti tanpa generasi muda yang terampil dan bertanggung jawab.

“Kita harus dorong gugus depan, terutama yang berpangkalan di sekolah, untuk memiliki lahan pangan terintegrasi. Dari sana adik-adik kita belajar kemandirian dan produksi pangan secara nyata,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut target besar dari gerakan ini: lahirnya pahlawan-pahlawan pangan dari tanah Jawa Timur.

Tidak hanya soal pangan, Kak Buwas juga menyoroti pentingnya keteladanan. Menurutnya, pengurus harus mampu menjadi contoh dalam ucapan, sikap, dan tindakan dengan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka secara konsisten.

“Dengan keteladanan, Pramuka akan semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Bulog ini juga mengapresiasi kontribusi Pramuka Jatim dalam aksi kemanusiaan, termasuk saat membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh. Ia menilai langkah itu sebagai bukti bahwa Pramuka Jatim bukan sekadar organisasi simbolis, tapi kekuatan sosial yang bergerak cepat dan terorganisir.

Buwas mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Pramuka tidak hanya dituntut mempertahankan eksistensi, tapi juga menjadi solusi atas persoalan bangsa: dari krisis moral, degradasi karakter, hingga ancaman disintegrasi.

“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi kerja sama tim yang solid dan kompak. Jadikan amanah ini ladang pengabdian tulus. Kita berkarya bukan untuk hari ini, tetapi untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.

Pelantikan ini menjadi titik awal konsolidasi lima tahun ke depan. Dengan arahan dari Kwarnas, Pramuka Jatim diharapkan tampil lebih adaptif, progresif, dan konsisten membangun generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Share This Article