Kirab Pusaka Keraton Sumenep 2026 Berjalan Khidmat, Arak-Arakan Hasil Bumi Menambah Kemeriahan Acara

fathorrosy
2 Min Read
Penyerahan Pusaka Keraton Sumenep oleh salah satu Empu kepada Wakil Bupati Sumenep

In – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar tradisi tahunan Kirab Pusaka Keraton Sumenep pada Kamis (25/6/2026). Agenda budaya yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian warisan leluhur, tetapi juga sekaligus memperkuat identitas Sumenep sebagai daerah yang dikenal dengan julukan “Kota Keris”.

Prosesi sakral kirab diawali dengan ritual Jamasan Pusaka, yaitu pembersihan sejumlah pusaka peninggalan Raja Sumenep yang dilakukan oleh para empu dari Desa Wisata Keris Aeng Tong-tong. Setelah melalui rangkaian prosesi panjang, pusaka-pusaka tersebut kemudian diarak menuju Pendopo Agung Keraton Sumenep untuk diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim.

Dalam sambutannya, Wabup KH. Imam Hasyim menegaskan bahwa Kirab Pusaka bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momentum penting untuk merawat ingatan sejarah dan memperkokoh karakter masyarakat.

“Masyarakat dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah, mampu memperkokoh identitas daerah sebagai modal penting dalam mendorong pembangunan di segala sektor,” ujar Wabup Imam Hasyim di lokasi acara, Kamis (25/6/2026).

Kekhasan kirab tahun ini terlihat dari partisipasi masyarakat yang tidak hanya membawa pusaka, tetapi juga mengenakan pakaian adat khas keraton dan membawa berbagai hasil bumi, seperti terong, tomat, kelapa, dan kacang panjang. Arak-arakan hasil panen tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas keberkahan yang diperoleh selama setahun terakhir.

Pelaksanaan Kirab Pusaka tahun ini terasa kian istimewa dan mendapat sorotan nasional. Pasalnya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia baru saja menetapkan tradisi Jamasan Pusaka Sumenep sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada sehari sebelumnya, Rabu (24/6/2026).

Pemkab Sumenep secara konsisten melibatkan generasi muda dan para pelajar dalam prosesi kirab ini. Langkah tersebut diambil untuk menumbuhkan rasa kepemilikan serta kecintaan terhadap kebudayaan Madura, agar tidak punah tergerus arus modernisasi.

Acara yang berlangsung tertib dan kondusif ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, para empu keris, serta ribuan warga lokal dan wisatawan yang memadati kawasan Keraton Sumenep untuk menyaksikan langsung jalannya kirab pusaka peninggalan sejarah tersebut.

Share This Article