In – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Pantura yang meliputi Kecamatan Rubaru, Ambunten, dan Pasongsongan menggelar silaturahmi Zona Pantura di Cafe Silaturahmi Pandan, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jumat (18/9/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk membahas arah pengembangan organisasi, khususnya penguatan kaderisasi, digitalisasi, serta konsolidasi kepengurusan hingga tingkat ranting dan komisariat.
Ketua PC IPNU Sumenep, Ainul Yakin (Yayak panggilan akrabnya), menegaskan bahwa silaturahmi PAC IPNU-IPPNU Zona Pantura merupakan sarana memperkuat soliditas, konsolidasi, dan komitmen bersama dalam menjalankan roda organisasi.
“Program kerja yang telah disusun harus dilaksanakan secara bersama-sama dan memberikan manfaat nyata bagi pelajar dan masyarakat” Ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Zona Pantura, Panji, menilai masa depan IPNU-IPPNU di wilayah Pantura tidak hanya ditentukan oleh keberlangsungan kepengurusan dalam satu atau dua periode. Menurutnya, organisasi perlu mulai memikirkan arah dan kualitas kader untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang.
“Ketika kita berbicara tentang masa depan IPNU dan IPPNU di wilayah Pantura ini, kita tidak sedang berbicara hanya tentang bagaimana organisasi ini berjalan satu atau dua periode kepengurusan. Kita harus mulai memikirkan bagaimana wajah IPNU-IPPNU Pantura lima sampai sepuluh tahun yang akan datang,” katanya.
Ia menilai pembahasan organisasi tidak semestinya hanya berorientasi pada agenda kegiatan tahunan. Lebih dari itu, perlu ada perhatian terhadap kualitas kader yang akan dilahirkan serta kontribusi organisasi bagi generasi berikutnya.
Panji menyebut sedikitnya ada tiga agenda besar yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, penguatan kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, kaderisasi harus kembali ditempatkan sebagai jantung organisasi, sebab struktur kepengurusan yang lengkap tidak akan cukup apabila tidak diiringi ketersediaan kader yang memahami nilai, ideologi, tradisi, dan tujuan perjuangan IPNU-IPPNU.
“Kaderisasi harus dirancang secara berjenjang dan berkelanjutan. Mulai dari pengenalan organisasi, pembentukan karakter, penguatan kapasitas, hingga kader mampu mengambil peran sebagai penggerak organisasi dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kaderisasi bukan pekerjaan satu kepengurusan, melainkan investasi organisasi untuk menyiapkan generasi penerus.
“Kalau hari ini kita serius menyiapkan kader, maka lima sampai sepuluh tahun ke depan kita tidak akan kekurangan generasi penerus,” imbuhnya.
Agenda kedua adalah digitalisasi organisasi. Panji menilai pemanfaatan teknologi tidak boleh sebatas untuk mengunggah dokumentasi kegiatan. Digitalisasi perlu diterapkan dalam sistem kerja organisasi, mulai dari pendataan kader, komunikasi, publikasi, pendidikan kader, pengarsipan, hingga pengelolaan program kerja. Selain itu, kader IPNU-IPPNU juga perlu dibekali literasi digital agar mampu menggunakan teknologi secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.
“Kita hidup pada zaman ketika informasi bergerak dalam hitungan detik. Karena itu, organisasi IPNU-IPPNU, khususnya di Pantura, juga harus mampu bergerak dengan cepat tanpa kehilangan prinsip dan nilai yang menjadi identitas kita,” tegasnya.
Agenda ketiga adalah penguatan pimpinan, mulai dari Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat, hingga PAC. Menurut Panji, kekuatan IPNU-IPPNU tidak hanya diukur dari aktivitas di tingkat PAC atau PC, melainkan harus terasa hingga ke tingkat ranting dan komisariat yang bersentuhan langsung dengan pelajar dan masyarakat.
“Ranting dan komisariat merupakan ruang yang paling dekat dengan pelajar dan masyarakat. Karena itu, ranting dan komisariat harus menjadi tempat kader tumbuh dan belajar secara nyata,” jelasnya.
Ke depan, ia mendorong setiap ranting memiliki kader inti, agenda kaderisasi, komunikasi yang aktif, serta program yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Panji berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Ia mendorong agar forum serupa dapat dilaksanakan secara rutin untuk membahas, mengevaluasi, dan memperkuat program serta tata kelola organisasi IPNU-IPPNU di Zona Pantura.
“Harapan saya, pertemuan ini tidak hanya selesai hari ini, tetapi bisa menjadi pertemuan rutin untuk membahas dan mengevaluasi program serta tatanan organisasi IPNU-IPPNU di Zona Pantura, baik tingkat ranting, komisariat maupun PAC,” pungkasnya.
