Hari Jadi ke-756 Sumenep, Usung Tema ‘Ngopeni Songennep’ Perkuat Identitas dan Branding Daerah

fathorrosy
3 Min Read
Sambutan Wakil Bupati dalam Upacara Hari Jadi ke-756 Sumenep

In – Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat identitas dan karakter daerah melalui strategi branding yang terpadu. Langkah ini diambil untuk lebih mempromosikan kekayaan budaya, potensi pariwisata, serta produk unggulan lokal hingga ke kancah nasional dan internasional.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menekankan bahwa Kabupaten Sumenep dikaruniai sejarah, budaya, dan warisan lokal yang luar biasa. Oleh karena itu, selain memiliki lambang daerah, diperlukan kemasan profesional melalui branding agar kekayaan tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi dan sumber kebanggaan masyarakat.

“Branding menjadi kunci untuk memperkuat citra daerah dan menumbuhkan rasa kepemilikan di kalangan masyarakat,” ujar Wabup dalam sambutan upacara Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, di Kantor Bupati, Jumat pagi (31/10/2025).

Identitas resmi Kabupaten Sumenep berupa perisai hijau dengan gambar kuda terbang bersayap emas yang menoleh ke kiri, dilengkapi pita bertuliskan ‘Sumekar’ berwarna merah di atas dasar putih.

Di sektor pariwisata, Sumenep memiliki city branding “Sumenep the Soul of Madura” yang mencerminkan jiwa Madura seutuhnya. Branding ini merepresentasikan potensi unggulan wisata bahari, budaya, dan religi yang dimiliki.

“Pemerintah daerah juga mendeklarasikan Kabupaten ini sebagai Kota Keris, menegaskan bahwa Sumenep adalah pusat kerajinan keris terbesar di Indonesia yang diakui UNESCO, dengan jumlah empu terbanyak di dunia,” jelasnya.

Wabup berharap, penguatan branding ini tidak hanya sekadar strategi untuk memperkenalkan Sumenep sebagai daerah berbudaya luhur, tetapi juga sebagai kota yang berdaya saing dan berkarakter kuat.

“Kami ingin branding pariwisata dan branding kabupaten menjadi elemen penting dalam membangun citra positif serta membedakan Sumenep dari daerah lain, dengan tetap berakar pada nilai budaya dan sejarah lokal,” tegasnya.

Pada peringatan hari jadi ke-756 tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengusung tema “Ngopeni Songennep”. Tema ini mencerminkan komitmen untuk menjaga dan merawat warisan budaya luhur berbasis gotong royong, kejujuran, serta kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forkopimda, birokrasi pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, civitas akademika, pelaku usaha, insan media, seluruh ormas dan lembaga keagamaan, serta masyarakat atas jalinan sinergi yang baik. Berkat itu, Kabupaten Sumenep tetap aman, damai, dan terkendali,” pungkas Wabup KH. Imam Hasyim.

Share This Article