GTN Adukan Pernyataan Indra Wahyudi ke BK DPRD Sumenep, Tuding Antikritik dan Adu Domba

fathorrosy
3 Min Read
Audiensi GTN yang diterima langsung oleh Ketua BK DPRD Sumenep bersama jajaran

In – Gerakan Transformasi Nusantara (GTN) secara resmi melaporkan anggota DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, ke Badan Kehormatan (BK) DPRD setempat terkait unggahan kontroversial di media sosial yang dinilai mengandung pelabelan bernuansa ujaran kebencian. Laporan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan BK DPRD Sumenep pada Jumat (24/4/2026).

Dalam audiensi yang diterima langsung oleh Ketua BK, dr. Virzannida, Wakil Ketua BK, Moh. Fendi, serta anggota BK lainnya, Ketua GTN Sumenep, Abdurrahman Saleh, menyatakan bahwa pernyataan Indra sebagai wakil rakyat telah melampaui batas.

“Melabeli orang yang tidak puas terhadap program pemerintah dan dipublikasikan di media sosialnya itu seakan-akan mengajak followers-nya membenci orang yang mengkritik,” ujar Rahman.

Ia menambahkan bahwa respons Indra terhadap kritik GTN yang dianggapnya sebagai “cari panggung” menunjukkan sikap arogan dan antikritik. “Menurut kami, tindakan ini menunjukkan sikap antikritik, bahkan pelabelan ‘anak abah’ dan ‘cari panggung’ itu secara tersirat seperti mengadu domba masyarakat. Dia ini pejabat atau buzzer sebenarnya?” tandasnya.

GTN meminta BK DPRD Sumenep memberikan sanksi tegas agar anggota dewan lebih menjaga tutur kata dan tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari. Rahman juga menuntut BK menggelar konferensi pers terkait hasil kajian. “BK DPRD Sumenep katanya masih akan melakukan kajian dan penyelidikan ulang, tapi menurut kami itu sudah melanggar,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua BK DPRD Sumenep, dr. Virzannida, mengapresiasi keberanian GTN menyampaikan aduan. “Itu memang salah satu tugas kami sebagai BK untuk menerima aduan dari masyarakat tentang apapun yang berkaitan dengan anggota dewan,” katanya.

Namun, Virzannida menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memutuskan adanya pelanggaran kode etik sebelum melakukan kajian dan penyelidikan lebih lanjut. “Aduan itu akan kami terima dengan baik dan akan kami kaji ulang dan diselidiki apakah benar aduan itu terbukti atau tidak,” ungkapnya.

Ia juga akan mengimbau seluruh anggota dewan agar lebih berhati-hati dalam memilih kata dan narasi untuk menghindari kesalahan persepsi publik. “Tapi kita akan memberikan imbauan ke teman-teman DPRD agar berhati-hati dalam memilih kata dan narasi untuk menghindari mispersepsi,” pungkasnya.

Polemik ini bermula dari unggahan Indra Wahyudi di akun Facebook pribadinya yang menyebut ketidakpuasan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), kerap datang dari kelompok yang ia labeli sebagai “anak abah”. GTN menilai pelabelan tersebut tidak pantas dilontarkan pejabat publik. Indra kemudian merespons santai dengan menyebut kritik GTN sebagai upaya cari panggung. GTN memastikan akan menindaklanjuti perkara ini hingga ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur.

Share This Article