Gili Genting Bukan Tempat Singgah Kokain

fathorrosy
3 Min Read
Moh. Hendiyansyah (Ketua PAC IPNU Gili Genting)

Oleh: Moh. Hendiyansyah*

In – Bukan kabar biasa ketika Gili Genting yang selama ini sunyi dan tenang mendadak berbisik heboh karena temuan puluhan kilogram kokain di pesisirnya. Ini bukan sekadar insiden yang lewat lalu selesai. Ini adalah alarm keras bahwa wilayah kepulauan, yang sering dianggap sepi dari aktivitas kriminal besar, justru rawan disusupi sebagai jalur alternatif peredaran gelap narkotika.

Penemuan 27,83 kilogram kokain dalam 23 bungkusan plastik bertuliskan “BUGATTI” di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Desa Gedugan, pada Senin (13/4/2026) bukanlah cerita biasa tentang sampah laut yang hanyut. Sebagian terbungkus rapi dalam tas terpal, sebagian tercecer seperti pesan yang sengaja dibuang. Masyarakat yang pertama kali curiga kemudian bertindak cepat melapor. Polisi pun bergerak. Tapi satu hal yang perlu kita camkan, Gili Genting bukan tempat singgah kokain.

Ironinya, justru karena wilayah ini tenang dan jauh dari sorotan, ia menjadi titik rentan. Sifat geografisnya yang berupa kepulauan dengan pantai terbuka membuat Gili Genting mudah diakses dari laut, tapi sulit diawasi secara menyeluruh. Inilah pusaran kerentanan yang tidak boleh kita biarkan berputar semakin kencang.

Sebagai Ketua PAC IPNU Gili Genting, saya tegaskan bahwa kehadiran narkoba di wilayah kita adalah bentuk gangguan serius terhadap masa depan generasi muda. Bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tapi juga ancaman moral dan sosial. Jika kita abai, bisa jadi suatu saat Gili Genting tidak lagi dikenal karena budayanya atau ketenangan warganya, melainkan karena menjadi “kamar singgah” bagi barang haram.

Namun, apresiasi layak diberikan kepada aparat kepolisian yang merespons cepat laporan warga. Ini bukti bahwa kerja sama antara masyarakat dan penegak hukum adalah benteng pertama kita. Tanpa kewaspadaan warga, polisi mungkin akan terlambat. Tanpa tindakan cepat polisi, barang itu bisa berpindah tangan. Sinergi itu sudah berjalan baik, dan harus terus dikuatkan.

Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Seluruh elemen, terutama pemuda dan pelajar, harus menjadi garda terdepan. Kami mengajak seluruh generasi muda Gili Genting, sadarlah bahwa kalian adalah pemilik sah masa depan pulau ini. Jangan biarkan narkoba menjadi penguasa jalan hidup kalian. Mulai dari pergaulan sehari-hari, dari lingkungan tetangga, dari keberanian mengatakan “tidak”.

Peristiwa ini harus menjadi titik balik kesadaran kolektif. Mari kita buktikan bahwa Gili Genting bukan tempat singgah kokain. Bukan juga tempat transit, apalagi tempat bermukim. Gili Genting adalah wilayah yang bersih, bermartabat, dan aman bagi anak cucu kita. Dan itu hanya akan terwujud jika kita semua pemuda, tokoh masyarakat, aparat, dan seluruh warga berani bergerak, berani menjaga, dan berani bertanggung jawab bersama.

*Ketua PAC IPNU Gili Genting

Share This Article