In – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didesak untuk segera turun ke Madura, Jawa Timur, guna menindaklanjuti komitmen pemerintah menertibkan peredaran rokok ilegal. Desakan ini muncul menyusul semakin maraknya peredaran rokok ilegal yang menyebabkan kerugian negara.
Salah satu desakan disampaikan oleh Aktivis Barisan Intelektual Kebijakan (BINKN). Menurutnya pemerintah pusat perlu mengambil tindakan nyata dan konkret, tidak hanya sekadar pernyataan keras di media massa.
“Sudah saatnya Pak Menkeu Purbaya membuktikan keseriusannya dengan turun langsung ke lapangan. Rokok ilegal di Madura ini bukan isu kecil, tapi sudah mengakar dan merusak sistem,” tegas Aktivis BINKN kepada media, Jumat (26/12/25).
Dirinya juga menyebutkan temuan spesifik di lapangan yang masih merajalela hingga sekarang.
“Kami menemukan salah satu merek yang masih sangat massif beredar, yaitu Merah Delima produksi PR. Cahayaku. Ini bukti bahwa meski sudah ada peringatan, peredarannya di pasar dan warung-warung tetap tak terbendung. Ini harus menjadi perhatian serius pak Menteri,” tambahnya.
Langkah tegas dari Menteri Keuangan dinilai sangat dinantikan publik, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menertibkan industri rokok ilegal demi menjaga keadilan ekonomi dan menekan kebocoran penerimaan negara.
Rokok ilegal “Merah Delima” yang disebut diduga diproduksi oleh PR. Cahayaku dan diduga kuat dimiliki oleh H. Ahmad dari Batulabang Akkor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta telah menegaskan bahwa pemerintah akan menyisir seluruh jalur distribusi rokok ilegal, mulai dari marketplace, gudang, hingga warung-warung kecil.
Merespon temuan itu, aktivis BINKN berencana melaporkannya secara resmi kepada Bea Cukai Madura. Mereka juga mendesak Menteri Purbaya untuk memenuhi permintaan publik dengan langsung datang ke Madura melihat situasi dan mengoordinasikan penindakan yang lebih efektif.
