In — Majlis Ta’lim Darunnajah al-Irsyadi, Mamben-Lombok Timur secara resmi memberangkatkan dua personel Tim Aksi Kemanusiaan tahap pertama menuju Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk melakukan asesmen kebutuhan dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Pelepasan tim berlangsung di Lobi Sekretariat Majlis Ta’lim Darunnajah al-Irsyadi Mamben-Lombok Timur, Rabu (26/8/2026), oleh Ketua Majlis Ta’lim, Wahyu Abdul Muttaqin Sona, SH, didampingi Pembantu Ketua II, Hasdiyati.
Wahyu Abdul Muttaqin Sona menyatakan bahwa kehadiran tim kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas dan tanggung jawab Majlis Ta’lim dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
“Duka yang terjadi dirasakan oleh kita semua. Dalam situasi bencana seperti ini, kita harus saling bergandengan tangan. Kontribusi sekecil apa pun yang kita berikan untuk membantu saudara-saudara yang mengalami musibah akan sangat berarti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Majlis Ta’lim tidak hanya memiliki peran dalam dakwah bil-lisan, tetapi juga harus hadir secara langsung di tengah masyarakat ketika menghadapi persoalan kemanusiaan.
Menurut Wahyu, bencana gempa di Flores menjadi momentum bagi keluarga besar Majlis Ta’lim untuk belajar secara langsung tentang penanganan bencana, mitigasi, serta upaya mengantisipasi risiko bencana di masa mendatang.
Pembina Majlis Ta’lim, Ustaz Ahmad Asdaruddin, S.Sos, menjelaskan bahwa dua personel yang diberangkatkan merupakan bagian dari Tim Aksi Kemanusiaan yang menjadi unsur operasional di lapangan.
Selain personel, tim juga membawa bantuan berupa sembako dan sejumlah perlengkapan pendukung yang disesuaikan dengan data kebutuhan awal masyarakat terdampak.
Asdaruddin mengungkapkan bahwa tim gelombang pertama akan berada di lokasi bencana selama sekitar satu minggu untuk melakukan asesmen kondisi masyarakat dan kebutuhan di lapangan.
“Hasil asesmen akan dituangkan dalam laporan tertulis dan dokumentasi visual sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Data ini nantinya menjadi acuan untuk program pada gelombang kedua yang akan berada dalam waktu lebih panjang guna mendukung proses pemulihan masyarakat,” katanya.
Perwakilan Tim Aksi Kemanusiaan, Muh. Shofiyuddin, S.Pd, menambahkan bahwa tim tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat terdampak.
“Kami ingin membantu secara langsung, baik melalui bantuan fisik maupun dukungan moral, sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera pulih dan bangkit kembali,” ujarnya.
Melalui pengiriman Tim Aksi Kemanusiaan ini, Majlis Ta’lim Darunnajah al-Irsyadi Mamben-Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi bencana, sekaligus mengimplementasikan ilmu dan kepedulian dalam mendukung proses penanganan serta pemulihan pascagempa di Flores.
