In — Nama Muhammad Romli kembali menuliskan tinta emas di tingkat internasional. Pramuka asal Kabupaten Sumenep yang kini dipercaya sebagai Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep tersebut menerima pengakuan sebagai Young Baden-Powell Fellow dari World Scout Foundation, sebuah bentuk apresiasi atas keterlibatan aktifnya dalam proyek sosial, jejaring global, kepemimpinan, serta kontribusi untuk mendukung Gerakan Kepanduan Dunia.
Piagam pengakuan tersebut diserahkan di Bumi Perkemahan dan Graha Pramuka (Buperta), Cibubur, Jakarta, 15 Agustus 2026, oleh Thijs Stoffer sebagai Board Member World Scout Foundation, didampingi Duta Besar Ahmad Rusdi Board Member World Scout Foundation, serta David Berg Secretary General of the World Organization of the Scout Movement (WOSM).
Pengakuan ini menjadi penanda penting bagi perjalanan seorang pemuda Sumenep yang sejak bertahun-tahun lalu menjadikan Gerakan Pramuka bukan hanya sebagai ruang pengembangan diri, tetapi juga sebagai medium pengabdian, laboratorium kepemimpinan, diplomasi pemuda, dan kontribusi sosial.
Dari Sumenep, Membawa Nama Indonesia ke Dunia
Perjalanan Romli di dunia kepramukaan tidak dibangun dalam waktu singkat. Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Kwarcab Sumenep, dulu ia telah aktif pramuka di lembaga pendidikan Islam Nurul Hikmah tempat dia mondok, kemudian setelah tamat SMA di pondoknya ia melanjutkan kuliah di STKIP PGRI Sumenep dan dipercaya menjadi Ketua Pramuka di kampus tersebut, saat itu Romli dikenal sebagai aktivis Pramuka Penegak dan Pandega yang kemudian di tahun 2017 melalui pergantian antar waktu (PAW) dipercaya memimpin Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Sumenep.
Romli bahkan dipercaya kembali memimpin DKC Sumenep untuk periode 2019–2024 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musppanitra Kwarcab Sumenep.
Di level internasional, kiprahnya mulai terlihat ketika pada 2018 ia menjadi delegasi Indonesia dalam First ASEAN Rover Moot di Brunei Darussalam. Ketika itu, Romli masih berstatus sebagai mahasiswa sekaligus Ketua DKC Sumenep. Keberangkatannya bahkan mendapat dukungan dan pelepasan secara simbolis dari Bupati Sumenep selaku Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Sumenep.

Lima tahun kemudian, pengalaman internasional tersebut berlanjut. Pada World Scout Jamboree 2023 di Korea Selatan, Romli kembali dipercaya hadir membawa nama Sumenep dan Indonesia. Jambore yang berlangsung di Saemangeum, Korea Selatan, tersebut mempertemukan puluhan ribu anggota Pramuka dari berbagai negara. Dalam kegiatan itu, Romli turut membawa semangat toleransi, persaudaraan lintas bangsa, serta memperkenalkan identitas budaya Indonesia dan Madura kepada dunia.

Bagi Romli, pengalaman internasional tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Setiap forum kepanduan dunia menjadi ruang belajar tentang kepemimpinan, keberagaman, diplomasi, budaya, serta bagaimana seorang pemuda dari daerah dapat mengambil peran dalam komunitas global.
Pengabdian yang Tidak Berhenti di Perkemahan
Yang membuat perjalanan Romli berbeda adalah konsistensinya membawa nilai-nilai kepramukaan kembali ke tengah masyarakat.
Di Sumenep, ia aktif mendorong berbagai kegiatan yang menyentuh isu lingkungan, pendidikan, sosial, kewirausahaan, dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Dalam kegiatan Pramuka, misalnya, ketika masih memimpin DKC Sumenep, Romli menginisiasi berbagai terobosan untuk pemberdayaan generasi muda diantaranya Scout Jurnalis, Scout Preneur, Scout English Course, dan banyak hal lain yang tidak bisa dijabarkan satu persatu.
Kiprahnya juga terlihat dalam penguatan kapasitas pemuda. Dia mendirikan sekaligus menjadi ketua organisasi Generasi Emas Nusantara (GEN) Jawa Timur, Romli aktif mendorong anak muda agar tidak hanya menjadi penonton pembangunan di Jawa Timur, tetapi menjadi bagian dari solusi melalui pendidikan, sosial politik, lingkungan, teknologi, dan pengembangan kepemimpinan.
Membangun Generasi Muda yang Tidak Hanya Pintar, tetapi Berdampak
Komitmen Romli terhadap pengembangan generasi muda juga terlihat dari keterlibatannya sebagai tenaga pendidik di kampus.
Ia dikenal sebagai pendidik yang tidak hanya sekadar memotivasi, tapi juga bisa menginspirasi bagi para mahasiswa sebagaimana banyak kegiatan positif yang dia lakukan bersama mahasiswa, ia menekankan bahwa pendidikan dapat menjadi sarana membangun kedisiplinan, mentalitas, kecakapan, intelektual, emosional, dan sosial.
Dari Pramuka ke Dunia Korporasi
Jejak kepemimpinan Romli juga berkembang ke sektor profesional dan dunia usaha.
Pada tahun 2024 usianya yang relatif muda, ia dipercaya masuk dalam jajaran komisaris PT Sumekar (Perseroda), BUMD milik Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman mengelola organisasi, membangun jejaring, serta memahami kebutuhan masyarakat menjadi modal penting dalam perjalanan profesionalnya.
Dalam kapasitas sebagai komisaris, akhir 2025 terjadi kekosongan direksi, Romli ditunjuk menjadi Pelaksana tugas atau PJ untuk menjalankan roda perusahaan pada Rapat umum pemegang saham (RUPS). Ia terlibat langsung dalam berbagai upaya pelayanan masyarakat. Salah satunya dalam pengoperasian KMP Dharma Bahari Sumekar III sebagai sarana melayani masyarakat kepulauan Sumenep.
Kiprah tersebut memperlihatkan spektrum kepemimpinannya yang semakin luas: dari organisasi kepemudaan, kepramukaan, pendidikan, kegiatan sosial, hingga dalam dunia profesional.
Terus Belajar di Tengah Kesibukan
Di tengah berbagai amanah tersebut, Romli juga tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat ini ia menempuh program doktoral (S3) di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.
Pilihan untuk terus melanjutkan pendidikan menunjukkan satu karakter penting dalam perjalanan Romli: kepemimpinan baginya tidak berhenti pada jabatan, tetapi harus dibangun melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Young Baden-Powell Fellow: Pengakuan atas Sebuah komitmen
Pengakuan sebagai Young Baden-Powell Fellow menjadi semakin bermakna karena hadir setelah perjalanan panjang Romli dalam dunia kepanduan.
Ia memulai langkah dari Sumenep, memimpin DKC, membawa nama daerah ke tingkat nasional, menjadi delegasi Indonesia di forum kepanduan ASEAN di Brunei Darussalam, hadir dalam World Scout Jamboree di Korea Selatan, membangun jejaring dengan komunitas kepanduan dunia, dan kemudian terus membawa nilai-nilai kepanduan ke dalam kerja sosial, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, serta kepemimpinan generasi muda.
Penghargaan yang diserahkan oleh Thijs Stoffer dari World Scout Foundation, dengan didampingi Duta Besar Ahmad Rusdi dan David Berg dari WOSM, sekaligus memperlihatkan bahwa kontribusi seorang pemuda dari daerah dapat memperoleh tempat dalam ekosistem kepanduan dunia.
Lebih dari sekadar sebuah penghargaan personal, pencapaian tersebut menjadi cerita tentang anak muda daerah yang berani bermimpi besar, membangun jejaring lintas negara, kemudian membawa pengalaman global itu kembali untuk memberi manfaat di daerahnya.
Dari Sumenep untuk Indonesia dan Dunia
Muhammad Romli adalah gambaran bahwa kepemimpinan generasi muda tidak harus dimulai dari pusat kekuasaan. Ia dapat tumbuh dari organisasi kepemudaan, dari kegiatan sosial, dari lapangan pengabdian, dari ruang kelas, dari perkemahan, bahkan dari sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Madura.
Dari Sumenep, ia belajar memimpin.
Dari Pramuka, ia belajar mengabdi.
Dari jejaring internasional, ia belajar melihat dunia.
Dan dari dunia pendidikan serta profesional, ia terus membangun kapasitas untuk memberi dampak yang lebih luas.
Pengakuan Young Baden-Powell Fellow 2026 pada akhirnya bukanlah garis akhir. Ia justru menjadi babak baru dari perjalanan seorang pemuda Sumenep untuk terus memperluas kontribusinya dari lokal, nasional, hingga panggung global.
