Bupati Sumenep Kenakan Baju Adat Sulawesi di Upacara HUT ke-81 RI, Tegaskan Makna Kemerdekaan

fathorrosy
3 Min Read
Bupati Sumenep kenakan baju adat Sulawesi saat menjadi Inspektur upacara HUT ke-81 RI, di halaman Pemkab Sumenep

In – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, dipercaya membacakan teks Proklamasi.

Suasana sakral semakin terasa ketika sirine berbunyi selama satu menit tepat pukul 10.00 WIB sebagai penanda detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan pakaian adat Nusantara oleh para peserta upacara. Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo tampak mengenakan baju adat Sulawesi. Ia menjelaskan, pilihan tersebut sengaja diambil untuk merepresentasikan keberagaman suku di Sumenep, termasuk masyarakat Sulawesi yang banyak mendiami Kecamatan Sapeken di wilayah kepulauan.

“Sumenep ini isinya bukan hanya orang Madura. Di Pulau Sapeken, salah satu kecamatan kepulauan Sumenep, cukup banyak orang Sulawesi. Jadi memang karakter Sumenep ini berbagai suku dan adat,” ujar Bupati. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh peserta upacara didorong untuk mengenakan baju adat dari berbagai daerah sebagai simbol kekayaan budaya bangsa. “Kami ingin menegaskan dukungan kami atas Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur. Ia menekankan komitmen Pemkab Sumenep untuk terus memperkecil disparitas pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Yang pasti kemerdekaan itu berdaulat, adil dan makmur. Karena itu, pemerintah daerah mengusahakan agar Kabupaten Sumenep yang terdiri dari daratan dan kepulauan, disparitasnya semakin kecil,” ujarnya. Menurutnya, pembangunan di kawasan kepulauan masih perlu dimaksimalkan agar terjadi kesetaraan dengan wilayah daratan.

Usai upacara, suasana berubah menjadi cair ketika Bupati bersama Wakil Bupati KH Imam Hasyim dan jajaran Forkopimda turun dari panggung dan berjoget bersama mengikuti irama lagu “Tabola-bale”. Bupati menyebut momen itu sebagai gambaran kekompakan pimpinan daerah. “Ya itu berarti Bupati dan Wakil Bupatinya gak pernah berantem. Selalu kompak,” ujarnya sambil tertawa.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan Surat Keputusan Remisi Umum kepada warga binaan Rutan Kelas IIB Sumenep. Dua di antaranya dinyatakan langsung bebas bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI. Sebelum upacara detik-detik proklamasi, Bupati bersama Forkopimda terlebih dahulu melaksanakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jokotole, Sumenep.

Share This Article