In – Pengusaha rokok Madura sekaligus Owner PR Bahagia, H. Mukmin, menegaskan bahwa kualitas daun tembakau menjadi variabel utama yang akan menentukan besaran harga jual serta ketahanan komoditas Madura di kancah industri nasional. Pernyataan ini ia sampaikan sebagai respons atas dinamika musim tembakau tahun 2026.
Meskipun secara umum pertumbuhan tanaman tembakau tahun ini terpantau dalam kondisi baik, H. Mukmin mewanti-wanti para petani di Madura agar mewaspadai fluktuasi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan belakangan. Menurutnya, kondisi ini menuntut perhatian ekstra dalam proses pemeliharaan agar kualitas daun tidak menurun drastis menjelang masa panen.
“Tanaman saat ini alhamdulillah cukup bagus. Akan tetapi, cuaca yang kerap berubah membuat petani harus ekstra hati-hati dalam merawat tembakaunya,” ujar H. Mukmin kepada awak media, Selasa (4/8/2026).
Di sisi lain, pengusaha asal Sumenep itu mengungkapkan bahwa sejumlah pabrik rokok besar hingga kini masih belum membuka keran pembelian. Namun, H. Mukmin menilai hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Ia justru memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan petani agar tidak terburu-buru melakukan panen sebelum daun benar-benar memperlihatkan kematangan sempurna.
“Petani tidak perlu panik. Ketika kualitas bagus dan musim mendukung, harga pastinya juga akan mengikuti. Selama mutu dijaga, petani tidak akan rugi,” tegasnya.
Lebih jauh, pengusaha tembakau asal Sumenep itu memberikan peringatan keras terkait risiko panen dini. Ia menjelaskan bahwa daun yang dipanen sebelum waktunya tidak hanya menurunkan nilai jual, tetapi juga berpotensi merusak aroma khas yang selama ini menjadi ciri pembeda tembakau Madura. Jika standar mutu terus tergerus, maka daya saing tembakau lokal terhadap hasil daerah lain akan terancam.
“Jangan sampai kualitas tembakau Madura menurun. Kalau panennya kecepetan, aromanya bisa rusak. Kalau sudah begitu, kita bisa kalah bersaing,” tandasnya.
Menutup pernyataannya, H. Mukmin menyampaikan harapan besar agar seluruh petani di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya dapat konsisten mempertahankan standar mutu. Ia meyakini bahwa komitmen terhadap kualitas akan berbanding lurus dengan harga jual di pasaran, sehingga tembakau Madura tetap menjadi primadona di mata industri hilir.
“Harapan saya, petani tetap menjaga mutu tembakaunya. Insyaallah, kalau kualitasnya baik, harga juga akan ikut baik,” pungkasnya.
