Festival Jaran Serek 2026, Pemkab Sumenep Beri Dukungan Penuh sebagai Identitas dan Kekuatan Wisata

fathorrosy
3 Min Read
Wakil Bupati Sumenep saat menunggangi kuda pada Festival Jaran Serek 2026

In – Pemerintah daerah mendorong pelestarian seni dan budaya Jaran Serek dengan mengembangkan penampilan yang lebih atraktif dan kreatif, namun tetap tidak meninggalkan nilai-nilai budaya aslinya. Hal ini dinilai penting agar kesenian tradisional tersebut mampu menarik perhatian masyarakat di tengah pesatnya perkembangan hiburan modern.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyatakan bahwa para pelaku Jaran Serek harus mampu mengemas pertunjukan secara lebih menarik dan kreatif. Dengan demikian, Jaran Serek dapat menjadi daya tarik dalam berbagai kegiatan budaya maupun pariwisata daerah.

“Jaran Serek merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus terjaga keberadaannya. Namun, penyajian penampilan perlu menyesuaikan perkembangan zaman agar lebih menarik sebagai tontonan masyarakat,” ujar Wakil Bupati di sela-sela Festival Jaran Serek 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, inovasi dalam pertunjukan Jaran Serek dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti iringan musik tradisional, kostum, hingga koreografi yang lebih dinamis. Hal tersebut tidak boleh menghilangkan ciri khas seni tradisionalnya, sehingga kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan atau tontonan budaya, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, tetap meminati dan melestarikan Jaran Serek di tengah perkembangan hiburan modern yang semakin pesat,” jelasnya.

Pihak pemerintah daerah menilai bahwa jika dikembangkan dengan baik, Jaran Serek berpotensi menjadi salah satu daya tarik budaya yang mampu menarik wisatawan untuk datang dan mengenal kekayaan budaya lokal Sumenep, seperti halnya Kerapan Sapi dan Sape Sonok.

“Pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap para pelaku seni dan budaya agar tetap berkarya dan berinovasi, karena budaya daerah memiliki potensi besar menjadi identitas sekaligus kekuatan pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu, masyarakat yang hadir di sepanjang rute festival tampak antusias menyaksikan pertunjukan Jaran Serek. Suasana semakin meriah ketika kuda jingkrak tersebut menampilkan atraksi yang energik dan menghibur.

Wakil Bupati juga mengapresiasi masyarakat yang selama ini konsisten menjaga keberadaan Jaran Serek. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan seni tradisional ini tidak lepas dari peran para pelaku budaya dalam mempertahankan tradisi di tengah arus modernisasi.

“Kami mengharapkan generasi muda tidak hanya menjadi penonton, namun ikut terlibat dalam upaya pelestarian budaya daerah, supaya terus berkembang kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

Share This Article