In – Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Sumenep menggelar audiensi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep guna memperkuat sinergi dalam pengembangan kegiatan kepramukaan di lingkungan pendidikan, sekaligus membahas isu penguatan karakter dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak, pada Kamis (7/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan setempat, Iksan. Turut hadir jajaran pengurus DKC Sumenep dalam audiensi itu.
Ketua DKC Sumenep, Haikal Maulana, beserta pengurus memaparkan sejumlah program dan gagasan kepramukaan yang berfokus pada pembinaan karakter generasi muda, pengembangan kepemimpinan, serta penguatan peran pelajar melalui Gerakan Pramuka. Selain itu, audiensi juga menjadi ruang diskusi mengenai kondisi sosial generasi muda di Kabupaten Sumenep, termasuk meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak yang belakangan menjadi perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Iksan, menyatakan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan kepramukaan di daerah itu. Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa sosial generasi muda.
“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan kepramukaan di Kabupaten Sumenep dan berharap Dinas Pendidikan dapat menjadi mitra kerja yang baik dalam membangun kolaborasi demi kemajuan pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka,” ujar Iksan.
Sementara itu, Ketua DKC Sumenep, Haikal Maulana, mengapresiasi sambutan hangat dan dukungan dari Dinas Pendidikan. Ia berharap audiensi ini menjadi langkah awal mempererat kerja sama antara Gerakan Pramuka dan Dinas Pendidikan guna mendukung pembinaan generasi muda di Kabupaten Sumenep.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Humas DKC Sumenep, Riyo, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar sejumlah kegiatan pada momentum Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan tersebut berorientasi pada penguatan karakter peserta didik serta peningkatan kesadaran sosial generasi muda sebagai bagian dari upaya preventif merespons maraknya kasus pelecehan seksual di daerah tersebut.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional harus menjadi ruang refleksi bersama. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memperkuat karakter siswa dan membangun kesadaran generasi muda sebagai langkah pencegahan terhadap maraknya kasus pelecehan seksual di Kabupaten Sumenep,” ungkap Riyo.
Ia menambahkan, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk mental, moral, serta kepedulian sosial generasi muda melalui pendekatan edukatif dan pembinaan karakter.
Melalui audiensi ini, DKC Sumenep berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan antara Gerakan Pramuka dan Dinas Pendidikan, sehingga kegiatan kepramukaan di Kabupaten Sumenep dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pelajar serta masyarakat luas.
