In – Kondisi layanan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off Grid milik PT PLN di Pulau Saur, Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, justru semakin memburuk setelah sebelumnya dikeluhkan warga.
Pada Jumat (20/3/2026), listrik dari PLTS tersebut hanya menyala sekitar empat jam, yakni mulai pukul 16.20 WIB hingga 19.02 WIB. Kondisi ini jauh dari harapan masyarakat yang menginginkan layanan listrik lebih stabil, terlebih di bulan Ramadan menjelang Idul Fitri 1447 H.
Alih-alih ada perbaikan pasca penyampaian keluhan, warga menilai kondisi justru semakin kacau. Aktivitas masyarakat pun kembali terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
“Listrik ini memang dari dulu begini pak, mati hidup mati. Enggak diseriusin,” kata Arif, warga Pulau Saur, Jumat (20/3/2026).
Ia mengungkapkan, seharusnya pengelola PLN memikirkan persiapan Lebaran sehingga kebutuhan rumah tangga bisa terbantu.
“Bayangkan, saat kami sedang memasak persiapan Idul Fitri besok, tiba-tiba mati lampu. Andai ada pemberitahuan, kami bisa siapkan sebelumnya,” tuturnya.
Sebelumnya, Pajrul Islami selaku teknisi yantex PLTS Pulau Saur menyampaikan bahwa operasional listrik sangat bergantung pada kapasitas baterai dan kondisi cuaca.
“Untuk mengoperasikan listrik, kami menyesuaikan dengan kapasitas baterai, tergantung cuaca. Jadi memang tidak bisa disamakan dengan PLTD,” jelasnya.
Ia menambahkan, total kapasitas listrik terpasang di Pulau Saur mencapai sekitar 490 kWh, dengan daya yang dapat disalurkan sekitar 450 kWh, atau lebih dari 50 persen ke pelanggan.
Menurutnya, durasi nyala listrik yang terbatas juga dipengaruhi oleh tingkat pemakaian pelanggan. Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi PLTS dalam keadaan aman dan tidak mengalami kerusakan.
Disinggung soal solusi atas keluhan dan ketidakstabilan listrik di Pulau Saur, pihaknya memilih tidak merespons.
Situasi ini memicu kekecewaan warga Pulau Saur yang berharap pihak pengelola, termasuk PLN, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem kelistrikan agar kembali normal dan layak digunakan.
