Presiden Prabowo Beri Gelar Pahlawan Nasional ke 10 Tokoh, Ada Soeharto, dan Marsinah

fathorrosy
3 Min Read
Prosesi Penyerahan Tanda Gelar Pahlawan Nasional kepada Ahli Waris oleh Presiden Prabowo

In – Langkah bersejarah ditempuh oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), Presiden secara resmi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh yang telah berjasa bagi bangsa.

Upacara kenegaraan yang penilai khidmat ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatan sepuluh tokoh ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025.

Yang menjadi sorotan, tiga nama besar termasuk dalam daftar penerima penghargaan tertinggi negara ini. Mereka adalah Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden ke-4 RI; Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, Presiden ke-2 RI; dan Almarhumah Marsinah, simbol perjuangan hak-hak buruh.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penganugerahan gelar ini adalah bentuk pengakuan negara atas segala jenis kontribusi untuk bangsa.

“Negara wajib menghargai semua bentuk jasa. Mulai dari mereka yang membela kedaulatan di medan tempur, mereka yang berjuang menuntut keadilan bagi kaum buruh, hingga mereka yang meletakkan fondasi demokrasi dan pluralisme bagi bangsa kita,” tegas Prabowo.

Presiden juga berharap gelar ini menjadi inspirasi bagi generasi muda. “Kepada para ahli waris, kami berharap gelar ini menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun oleh keragaman pahlawan dengan cita-cita yang satu: Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat,” tambahnya.

Berikut adalah daftar lengkap sepuluh tokoh yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional:

1. Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur (Bidang Perjuangan Politik dan Pendidikan Islam).
2. Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – Jawa Tengah (Bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik).
3. Almarhumah Marsinah – Jawa Timur (Bidang Perjuangan Sosial dan Kemanusiaan).
4. Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat (Bidang Perjuangan Hukum dan Politik Luar Negeri).
5. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam).
6. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah (Bidang Perjuangan Bersenjata).
7. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat (Bidang Perjuangan Pendidikan dan Diplomasi).
8. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur (Bidang Perjuangan Pendidikan Islam).
9. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara (Bidang Perjuangan Bersenjata).
10. Almarhum Zainal Abidin Syah – Maluku Utara (Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi).

Momen haru tak terelakkan ketika para ahli waris menerima penghargaan tersebut. Yenny Wahid, putri Gus Dur, menyampaikan rasa syukur yang mendalam.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk Bapak, tapi untuk nilai-nilai yang ia perjuangkan: kemanusiaan dan keberagaman. Kami berharap nilai-nilai ini terus menjadi pilar Indonesia,” ujar Yenny.

Sementara itu, Nurhasanah, adik kandung almarhumah Marsinah, tak kuasa menahan tangis. “Almarhumah Marsinah hanya ingin buruh dihargai. Kami berterima kasih negara akhirnya mengakui perjuangan berat adik saya. Semoga tidak ada lagi Marsinah-Marsinah lain yang harus berkorban nyawa demi hak,” ucapnya dengan nada bergetar.

Share This Article