Musik Tongtong Menggema di Jantung Sumenep, 38 Grup Meriahkan Festival Budaya yang Telah Mendunia

fathorrosy
3 Min Read
Musik Tongtong Menggema di Jantung Sumenep, 38 Grup Meriahkan Festival Budaya yang Telah Mendunia (Ilustrasi)

In – Kabupaten Sumenep kembali berdenyut dalam irama tradisi. Dentuman musik tongtong dan alunan musik khas Madura menggema memecah malam, menyelimuti sepanjang Jalan Kartini hingga Taman Bunga Sumenep, Sabtu (18/10/2025). Suara kebanggaan masyarakat Madura itu berasal dari 38 grup musik Tongtong yang berasal dari tiga kabupaten: Sumenep, Pamekasan, dan Sampang, yang bersaing dalam Festival Musik Tongtong se-Madura 2025.

Festival yang telah masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI dan Kalender Event Sumenep ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya lokal tetap lestari dan digemari generasi muda.

Pembukaan festival dimeriahkan dengan pelepasan Grup Angin Ribut dari Pasongsongan sebagai peserta perdana. Pelepasan secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Ikhsan, di Simpang Empat Jalan HP Kusuma.

“Dengan semangat bangsa Madura yang membara, kami melepas Grup Angin Ribut untuk memulai parade kebanggaan kita,” seru Ikhsan di hadapan ribuan penonton yang telah memadati rute sejak sore hari.

Dalam sambutannya, Ikhsan menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan semata. “Ini adalah wujud nyata pelestarian budaya lokal yang sarat nilai sejarah dan kebersamaan. Musik Tongtong adalah identitas kita,” tegasnya.

Setiap grup menampilkan atraksi terbaiknya secara estafet. Irama ritmis dari kentongan bambu, pipa besi, hingga drum daur ulang berpadu menjadi harmoni kolosal yang menyentuh hati ribuan penonton. Sorak-sorai dan tepuk tangan riuh menggema sepanjang rute, terutama saat rombongan musik tongtong tiba di garis finis di depan Masjid Jamik Sumenep.

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Syahwan Effendi, dalam kesempatan terpisah menyatakan kebanggaannya.

“Musik Tongtong bukan hanya simbol kebersamaan dan kegembiraan, tetapi juga identitas kultural masyarakat Madura yang kini mulai mendunia,” ujarnya.

Kekompakan, kreativitas aransemen, dan orisinalitas instrumen menjadi perhatian utama dewan juri profesional. Banyak penonton terpukau dengan inovasi peserta yang mampu mengolah alat sederhana menjadi sajian musik modern tanpa kehilangan ruh tradisinya.

Perwakilan Kemenparekraf RI, Indri Wahyuni Siswanti, yang hadir menyaksikan langsung, mengaku kagum dengan semangat para peserta.

“Festival ini luar biasa. Bukan hanya hiburan, tapi juga pengingat bahwa musik Tongtong adalah jati diri kita. Tradisi seperti ini harus terus dijaga karena juga memberi dampak bagi ekonomi lokal,” ungkapnya.

Festival Musik Tongtong Sumenep 2025 telah mencatat sejarah baru. Tak sekadar menjadi agenda budaya tahunan yang ditunggu masyarakat, festival kali ini telah mendapat pengakuan nasional melalui program KEN 2025.

Partisipasi 38 grup dari berbagai kecamatan di tiga kabupaten menjadikan ajang ini sebagai simbol kebanggaan dan persatuan masyarakat Madura. Seiring dilepasnya Grup Angin Ribut Pasongsongan, denyut seni dan budaya di Kota Keris kembali hidup, membuktikan bahwa selama tradisi masih dirawat, identitas Madura akan tetap abadi.

Share This Article