In – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7,7 miliar pada tahun 2025 untuk memperbaiki puluhan sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi sebanyak 17 SD dengan berbagai tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang, hingga rusak parah.
“Rehabilitasi yang akan kami lakukan bermacam-macam, mulai dari ruang kelas, ruang guru hingga toilet. Tapi yang paling banyak adalah ruang kelas,” jelas Ardi, sapaan akrabnya, beberapa hari yang lalu.
Lokasi sekolah yang akan diperbaiki tersebar merata, mencakup wilayah daratan dan kepulauan, menjangkau kebutuhan pendidikan di seluruh penjuru Kabupaten Sumenep.
Dari total 17 sekolah tersebut, sembilan di antaranya mendapatkan program revitalisasi yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat.
Meski menjadi perhatian serius, Ardi mengungkapkan bahwa anggaran untuk perbaikan sarana pendidikan pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan gedung sekolah mencapai Rp64 miliar, yang merupakan kombinasi dari 80% DAK dan 20% APBD.
“Anggaran tahun ini lebih kecil, karena anggaran sangat terbatas. Di samping itu, ada program penghematan anggaran juga dari pemerintah pusat,” pungkas Ardi menambahkan.
